WONOASIH, Radar Bromo–Pengembangan objek wisata baru terus didengungkan Pemkot Probolinggo. Saat ini, pemkot juga berencana mengembangkan wisata air dengan memanfaatkan Dam Kedunggaleng di Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.
Wali Kota Probolinggo Aminuddin menerangkan, sebenarnya Kota Probolinggo punya banyak potensi wisata.
Karena itu, dr Amin (panggilannya) optimistis program 100 destinasi wisata baru Kota Probolinggo bisa diwujudkan.
Amin mengaku, selama berkantor di kelurahan, dia menemukan banyak potensi wisata di tingkat RT, RW, hingga kelurahan yang dapat dikembangkan. Karena itu, dia berharap, tiap RW dan Kelurahan punya objek wisata.
“Banyak potensi wisata yang kami temukan saat berkantor di kelurahan. Karena itu, kami menekankan dan mendorong agar ada objek wisata di tiap RW dan kelurahan,” katanya.
Salah satunya, objek wisata air dengan memanfaatkan Dam Kedunggaleng di Kecamatan Wonoasih.
Dam ini merupakan infrastuktur yang penting, sebab berfungsi mendistribusikan air ke sejumlah saluran irigasi yang mengalir ke sawah penduduk.
Selain itu, Dam Kedunggaleng menjadi titik pertemuan antara Sungai Kedunggaleng dengan anak sungainya.
Sungai Kedunggaleng sendiri merupakan aliran sungai yang panjang. Membelah Kota Probolinggo, melewati Kecamatan Leces sampai Kecamatan Dringu di Kabupaten Probolinggo.
Debit air Sungai Kedunggaleng pun stabil dengan kondisi air yang bersih. Kelebihan memanfaatkan Dam Kedunggaleng, menurutnya, memberikan kemudahan tersendiri.
Sebab, debit air bisa diatur dengan mengatur ketinggian air di dam.
”Dam Kedunggaleng ini berpotensi menjadi wisata air. Sebab, debit sungai Kedunggaleng ini stabil, meskipun di musim kemarau. Debit airnya juga bisa diatur,” kata Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menjelaskan, Dam Kedunggaleng memang berpotensi menjadi destinasi wisata air.
Sebab, Sungai Kedunggaleng tidak terlalu lebar. Lalu, aliran airnya tidak deras dan memiliki debit air stabil.
Selain itu, air Sungai Kedunggaleng masih bersih. Tidak tercemar oleh sampah atau pembuangan dari permukiman. Sehingga, memiliki potensi untuk jadi wisata air.
”Tinggal ditambah fasilitas wisata, seperti tempat duduk santai, tempat pelaku UMKM, dan sarana prasarana wisata. Misalnya, perahu atau sejenisnya,” terangnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi