Tenaga Teknis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana menjelaskan, banjir dan longsor terjadi akibat hujan deras turun merata di seluruh wilayah kabupaten.
Durasi hujan yang lama membuat debit air meninggi. Ditambah kurang berfungsinya drainase lingkungan, sehingga mengakibatkan banjir di beberapa wilayah dataran rendah.
“Kemudian di dataran tinggi ada beberapa desa yang terjadi bencana longsor akibat tanah tidak mampu menahan air. Sementara lingkungan tidak memiliki pepohonan yang mampu memperkuat material tanah,” tuturnya.
Pada Jumat (10/2), terjadi banjir di empat kecamatan dengan 11 desa terdampak. Antara lain di Kecamatan Tongas, meliputi, Desa Tambakrejo 195 KK; Desa Tanjungrejo 21 KK; Desa Bayeman 600 KK; dan jalan tergenang di Desa Tongas Wetan. Banjir juga terjadi di halaman RSUD Tongas di Desa Curahdringu.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Sumberasih. Sebanyak 250 KK di Desa Pesisir terdampak banjir. Banjir juga menggenangi jalan Desa Lemah Kembar.
Selanjutnya, banjir di Kecamatan Leces terjadi di Desa Sumberkedawung. Di sini, 380 KK terdampak banjir. Lalu di Desa Leces 5 KK; Desa Tigasan Wetan 10 KK.
Kemudian, di Desa/Kecamatan Dringu TPT sungai 5 meter rusak. selain itu ada tanggul jebol di Desa Tambakrejo dan Tanjungrejo di Kecamatan Tongas. Juga di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih.
Sementara tanah longsor terjadi di Kecamatan Lumbang, yakni di Desa Lumbang dan Branggah. Akibatnya, dua rumah rusak ringan.
Bencana hidrometeorologi ini juga membuat barongan atau pohon bambu longsor dan tumbang dekat sungai Desa Pohsangit Ngisor, Kecamatan Wonomerto. Agar tidak menggangu aliran sungai, petugas BPBD pun mengevakuasi barongan bambu ini.
Silvia menuturkan, semua bencana telah diasesmen. Namun, karena keterbatasan anggota, proses asesmen dilakukan secara bergantian. Dilakukan sesuai dengan wilayah yang memiliki dampak terparah.
“Untuk penanganan, tentunya kami berkoordinasi dengan pihak terkait. Banjir yang menggenang saat ini sudah berangsur-angsur surut. Tim masih memantau kondisi di lapangan,” jelasnya. (ar/hn) Editor : Jawanto Arifin