Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Atasi Stunting, UOBF Puskesmas Pandaan Jalankan Program SERASI

Iwan Andrik • Kamis, 18 Juli 2024 | 21:05 WIB
CEK KESEHATAN: Petugas kesehatan UOBF Puskesmas Pandaan bersama kader melakukan pelayanan di Posyandu.
CEK KESEHATAN: Petugas kesehatan UOBF Puskesmas Pandaan bersama kader melakukan pelayanan di Posyandu.

PANDAAN, Radar Bromo - Stunting masih menjadi masalah serius yang di hadapi Indonesia.

Berdasarkan data survei status gizi nasional (SSGI) tahun 2023, prevalensi stunting di Indonesia diangka 21,5%. Sedangkan target tahun 2024 turun menjadi 14 persen.

Stunting terjadi hampir di seluruh wilayah dan di seluruh kelompok sosial ekonomi. Berdasarkan hasil pengukuran bulan timbang di bulan Februari tahun 2024, Persentase Stunting di wilayah kerja UOBF Puskesmas Pandaan sebesar 5,92 persen.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis.

Hal ini ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar (PB/U atau TB/U).

Umumnya penderita rentan terhadap penyakit, kecerdasan di bawah normal, serta produktivitas rendah.

Penyebab stunting antara lain yaitu, rendahnya asupan gizi sejak janin hingga bayi umur 2 tahun, tidak terjaganya kebersihan lingkungan dan bururknya fasilitas sanitasi serta lingkungan permukiman (air, sanitasi, kondisi bangunan).

Efek stunting jangka pendek meliputi terhambatnya perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan sistem pembakaran.

Sedangkan dalam jangka panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis.

UOBF Puskesmas Pandaan lakukan percepatan penurunan stunting, melalui Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di wilayah kerja UOBF Puskesmas Pandaan yang berlangsung di Puskemas, Puskesmas Pembantu (Pustu), Polindes, dan semua Posyandu.

Melalui inovasi Segerakan Intervensi Stunting (SERASI) program tersebut dilakukan.

“Kegiatan intervensi pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Pandaan terus dilakukan, dengan harapan pencegahan serta penanganan stunting dapat lebih optimal,” ungkap dr. Sudjarwo, Kepala UOBF Puskesmas Pandaan.

Giat yang dilakukan pada gerakan intervensi serentak pencegahan stunting di Puskesmas Pandaan, terdiri dari skrining kesehatan, edukasi kesehatan, pembagian tablet Tambah Darah bagi remaja dan calon pengantin.

Selain itu, ada pula skrining ibu hamil melalui pelayanan Anti Natal Care Terpadu (ANCT), kelas ibu hamil, pemberian PMT pada ibu hamil kekurangan energi kronik (KEK), penimbangan dan penguruan bayi dan balita terstandar.

Pencatatan secara real time, intervensi masalah gizi dan rujukan yang tepat, dan edukasi pencegahan stunting, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan local pada balita gizi kurang atau gizi buruk.

Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal, dalam upaya mencegah stunting pada anak, diyakini akan menurunkan angka stunting.

Apalagi, jika PMT tersebut berbasis bahan pangan lokal.

Bahan pangan lokal relatif lebih mudah didapat di hampir semua daerah.

Dengan demikian untuk menjalankan program ini akan lebih mudah dilaksanakan. Pemberian makanan tambahan ini menggencarkan asupan protein hewani untuk mencegah stunting tersebut.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal terbukti dapat meningkatkan status gizi pada balita.

Berdasarkan data hasil posyandu dan pemantauan pertumbuhan balita yang diberi PMT lokal selama 1 bulan mengalami peningkatan baik berat badan.

“Penting untuk orang tua mengetahui ciri-ciri anak berpotensi mengalami gizi kurang, gizi buruk, dan stunting, salah satunya berat badan tidak naik selama dua pekan. Jika pada rentang waktu ini gizi anak tidak dicukupi dengan baik, risiko mereka mengalami gizi kurang, gizi buruk dan stunting tinggi,” paparnya. (one)

Editor : Jawanto Arifin
#kesehatan #stunting #puskesmas pandaan