Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perluasan Pasar Desa di Mlaten Nguling Pasuruan Semakin Tumbuhkan Ekonomi

F
Penulis: Fahrizal Firmani❯
KIOS LEBIH BANYAK: Pasar Desa Mlaten yang direhab tahun lalu dan setelah itu jumlah pedagang yang berjualan makin banyak. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
KIOS LEBIH BANYAK: Pasar Desa Mlaten yang direhab tahun lalu dan setelah itu jumlah pedagang yang berjualan makin banyak. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)

BERBAGAI upaya dilakukan Pemerintah Desa (pemdes) Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan memperluas askes pasar desa bagi masyarakat. Pemdes menambah jumlah bedak di pasar desa.

Advertisement

Sebelumnya, bedak di pasar desa ini hanya berjumlah 30 unit. Usai direhab tahun lalu, jumlahnya menjadi 45 bedak. Bertambah 15 bedak.

Seluruh bedak difunsgikan untuk pedagang sayur mayur dan ikan. Sehingga aktivitas jual beli di pasar setempat bisa semakin maksimal.

Kades Mlaten, Muhammad Abdillah menuturkan, rehab pasar desa yang terletak di Dusun Pesisir ini atas permintaan masyarakat. Sebab jumlah bedak dinilai terbatas. Banyak pedagang yang tidak memiliki tempat, memilih berjualan di luar bedak. Memanfaatkan areal depan pasar.

Advertisement

Kondisi ini mengganggu aktivitas jual beli. Sebab areal ini dimanfaatkan untuk lalu lintas kendaraan yang mengangkut hasil perikanan. Dengan penambahan bedak ini maka mereka bisa berjualan di dalam areal pasar.

"Pasar desa ini pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Jika perekonomian masyarakat kuat, maka kesejahteraan juga meningkat," kata kades.

Abdillah menyebut, tahun 2025, pemdes juga membangun tempat pembuangan sementara (TPS) di Dusun Pesisir.

Advertisement

Tujuannya untuk memudahkan masyarakat dalam membuang sampah sebelum sampah mereka diangkut ke tempat pembuangan milik BUMDes Bersama (Bumdesa) di Desa Kedawang, Nguling.

Sebelum ada TPS ini, pengangkutan dilakukan  langsung oleh petugas Bumdesa. Namun seringkali terjadi salam paham dengan masyarakat. Karena masyarakat enggan membayar iuran sampah. Akibatnya banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

"Sebagai solusi, iuran sampah dibayarkan oleh pemdes. Jadi masyarakat tidak perlu membayar lagi," katanya.

Masyarakat hanya perlu meletakkan sampah mereka di TPS itu. Dan setiap harinya petugas Bumdesa akan mengambil sampah dari TPS itu untuk dikumpulkan di Bumdesa Kedawang. Sehingga terjadi solusi antara dua pihak.

Advertisement

Artikel Terkait

Nelayan di Nguling Pasuruan Malah Temukan Mayat Perempuan saat Melaut

Nelayan di Nguling Pasuruan Malah Temukan Mayat Perempuan saat Melaut

Mayat tersebut diperkirakan berusia 60 tahun. Mayat ini pertama kali ditemukan Mubin, nelayan setempat saat hendak melaut di perairan, sekit

Genjot Jalan Usaha Tani di Desa Kramat Agung hingga Tuntaskan Koperasi Desa Merah Putih

Genjot Jalan Usaha Tani di Desa Kramat Agung hingga Tuntaskan Koperasi Desa Merah Putih

Pemdes Kramat Agung berharap mobilitas masyarakat semakin lancar dan aman. Kondisi jalan yang lebih baik juga diharapkan dapat menunjang

Utamakan Transparansi Dalam Rekrutmen Perangkat di Desa Maron Kulon

Utamakan Transparansi Dalam Rekrutmen Perangkat di Desa Maron Kulon

Tes tulis terdiri dari 50 soal. Materinya meliputi pengetahuan umum dan Pancasila, peraturan dan pemerintahan desa, logika dasar atau matema

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer