Perluasan Pasar Desa di Mlaten Nguling Pasuruan Semakin Tumbuhkan Ekonomi

Sebelumnya, bedak di pasar desa ini hanya berjumlah 30 unit. Usai direhab tahun lalu, jumlahnya menjadi 45 bedak. Bertambah 15 bedak.
Seluruh bedak difunsgikan untuk pedagang sayur mayur dan ikan. Sehingga aktivitas jual beli di pasar setempat bisa semakin maksimal.
Kades Mlaten, Muhammad Abdillah menuturkan, rehab pasar desa yang terletak di Dusun Pesisir ini atas permintaan masyarakat. Sebab jumlah bedak dinilai terbatas. Banyak pedagang yang tidak memiliki tempat, memilih berjualan di luar bedak. Memanfaatkan areal depan pasar.
Kondisi ini mengganggu aktivitas jual beli. Sebab areal ini dimanfaatkan untuk lalu lintas kendaraan yang mengangkut hasil perikanan. Dengan penambahan bedak ini maka mereka bisa berjualan di dalam areal pasar.
"Pasar desa ini pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Jika perekonomian masyarakat kuat, maka kesejahteraan juga meningkat," kata kades.
Abdillah menyebut, tahun 2025, pemdes juga membangun tempat pembuangan sementara (TPS) di Dusun Pesisir.
Tujuannya untuk memudahkan masyarakat dalam membuang sampah sebelum sampah mereka diangkut ke tempat pembuangan milik BUMDes Bersama (Bumdesa) di Desa Kedawang, Nguling.
Sebelum ada TPS ini, pengangkutan dilakukan langsung oleh petugas Bumdesa. Namun seringkali terjadi salam paham dengan masyarakat. Karena masyarakat enggan membayar iuran sampah. Akibatnya banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
"Sebagai solusi, iuran sampah dibayarkan oleh pemdes. Jadi masyarakat tidak perlu membayar lagi," katanya.
Masyarakat hanya perlu meletakkan sampah mereka di TPS itu. Dan setiap harinya petugas Bumdesa akan mengambil sampah dari TPS itu untuk dikumpulkan di Bumdesa Kedawang. Sehingga terjadi solusi antara dua pihak.



