Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nyeri Tumit Bukan Hanya karena Kolesterol

A
Penulis: Agus Faiz Musleh❯
Ilustrasi Nyeri Tumit
Ilustrasi Nyeri Tumit

Advertisement

 

KELUHAN nyeri tumit kerap dianggap sepele. Tidak sedikit masyarakat yang langsung mengaitkannya dengan kolesterol tinggi atau asam urat. Padahal, anggapan tersebut belum tentu benar.

Tumit sakit bisa menjadi salah satu tanda kolesterol tinggi. Kolesterol yang menumpuk (aterosklerosis) dapat menyumbat pembuluh darah di kaki. Menyebabkan sirkulasi darah buruk, kram, atau nyeri pada tumit, terutama ketika malam. Namun kolesterol bukan satu-satunya penyebab nyeri tumit.

Advertisement

Salah satu dokter umum di Kabupaten Probolinggo dr. Beny Rayen Suhendra menjelaskan, nyeri tumit justru sering disebabkan peradangan pada bantalan tumit atau jaringan penyangga telapak kaki. Atau yang dikenal dengan istilah plantar fasciitis.

“Nyeri tumit seperti ini penyebabnya bukan karena kolesterol ataupun asam urat. Penyebabnya karena bantalan tumit mengalami peradangan. Ini yang disebut plantar fasciitis,” ujarnya.

Ada beberapa faktor yang memicu kondisi tersebut. Salah satunya berat badan berlebih yang membuat tekanan pada tumit semakin besar. “Kalau berat badan terlalu berat, otomatis beban di tumit juga meningkat. Lama-lama timbul nyeri,” katanya.

Advertisement

Selain itu, kebiasaan berdiri terlalu lama juga menjadi pemicu utama. Menurutnya, aktivitas rumah tangga yang membuat seseorang berdiri berjam-jam, seperti memasak, dapat memperparah keluhan. “Kalau berdiri terlalu lama, tumit semakin tertekan. Akibatnya rasa nyeri makin terasa,” jelasnya.

Faktor berikutnya adalah penggunaan alas kaki yang keras dan tidak nyaman. Sepatu atau sandal tanpa bantalan empuk membuat tekanan langsung mengenai tumit. “Kalau alas kaki keras, tekanan di tumit meningkat. Akhirnya, jaringan bantalan tumit mengalami peradangan,” ujarnya.

Keluhan plantar fasciitis biasanya paling terasa saat pagi, ketika baru bangun tidur dan mulai menapak. Rasa sakit dapat menusuk di area tumit hingga mengganggu aktivitas harian.

Untuk mengatasinya, dr. Beny menyarankan pengobatan guna meredakan nyeri dan peradangan. Namun perubahan gaya hidup menjadi kunci agar keluhan tidak kambuh kembali. “Yang paling penting kalau bisa menurunkan berat badan. Kemudian hindari berdiri terlalu lama, terutama saat beraktivitas di rumah. Diselingi istirahat,” sarannya.

Advertisement

Artikel Terkait

Waspadai Trigger Finger Akibat Aktivitas Berulang

Waspadai Trigger Finger Akibat Aktivitas Berulang

Kalau jari tangan sering kaku dan nyeri, salah satu penyebab yang paling sering adalah penggunaan jari secara berlebihan. Aktivitas menggeng

Ketika Asap Kebakaran Hutan Mengintai Pembuluh Darah Otak

Ketika Asap Kebakaran Hutan Mengintai Pembuluh Darah Otak

Menyambut Hari Stroke Sedunia, 29 Oktober 2026

Deteksi Dini HIV, Warga Binaan Rutan Bangil Diperiksa Kesehatannya

Deteksi Dini HIV, Warga Binaan Rutan Bangil Diperiksa Kesehatannya

Layanan VCT merupakan pemeriksaan yang disertai konseling untuk membantu seseorang mengetahui status HIV.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer