Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspadai Trigger Finger Akibat Aktivitas Berulang

A
Penulis: Agus Faiz Musleh❯
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Advertisement

 

JANGAN anggap sepele jika jari tangan terasa kaku, nyeri, bahkan sulit diluruskan, terutama saat bangun tidur. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda trigger finger, gangguan pada tendon atau jaringan pengikat jari yang umumnya dipicu oleh aktivitas menggenggam secara berulang.

Dokter umum di Puskesmas Suko, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, dr. Beny Rayen Suhendra, menjelaskan bahwa keluhan jari kaku sebenarnya lebih banyak dialami perempuan. Namun, bukan berarti laki-laki terbebas dari risiko tersebut.

Advertisement

"Kalau jari tangan sering kaku dan nyeri, salah satu penyebab yang paling sering adalah penggunaan jari secara berlebihan. Aktivitas menggenggam terus-menerus dapat memicu peradangan pada tendon atau jaringan pengikat jari sehingga muncul kondisi yang disebut trigger finger," ujarnya.

Menurut dr. Beny, trigger finger terjadi ketika tendon yang berfungsi menggerakkan jari mengalami peradangan. Akibatnya, pergerakan jari menjadi tidak lancar sehingga penderita merasakan nyeri, kaku, bahkan jari seperti terkunci saat ditekuk.

"Biasanya keluhan paling terasa pada pagi hari. Jari yang sudah ditekuk kadang sulit diluruskan kembali. Itulah yang disebut trigger finger," jelasnya.

Advertisement

Ia menerangkan, aktivitas yang dilakukan secara berulang dengan posisi menggenggam kuat menjadi faktor utama munculnya gangguan tersebut.

Pada perempuan, misalnya, saat mengulek bumbu, mencuci pakaian secara manual, atau pekerjaan rumah tangga lain yang melibatkan genggaman kuat. Sementara pada laki-laki, pekerjaan seperti menggunakan cangkul, sabit, atau alat kerja lain yang membutuhkan tekanan berulang pada jari juga meningkatkan risiko.

"Gerakan menggenggam yang dilakukan terus-menerus dengan tekanan kuat dapat menyebabkan jaringan pengikat sendi mengalami peradangan. Lama-kelamaan timbul rasa nyeri dan kaku pada jari," katanya.

Untuk penanganannya, dr. Beny menyarankan penderita segera beristirahat dari aktivitas yang memicu keluhan. Bila rasa nyeri cukup mengganggu, pengobatan dapat diberikan untuk membantu mengurangi peradangan dan nyeri sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer