Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Puluhan Pendekar Perguruan Silat di Probolinggo Datangi Rumah Pengurus Kormi

Agus Faiz Musleh • Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:02 WIB
DISKUSI: Sejumlah perguruan silat saat mendatangi rumah Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Probolinggo, Ahmad Ansori (pegang mic), Kamis (14/5) malam. (Foto; Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
DISKUSI: Sejumlah perguruan silat saat mendatangi rumah Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Probolinggo, Ahmad Ansori (pegang mic), Kamis (14/5) malam. (Foto; Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

 

KRAKSAAN, Radar Bromo - Puluhan perguruan silat di Kabupaten Probolinggo mendatangi rumah Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Probolinggo, Ahmad Ansori, di Krejengan, Kamis (14/5) malam.  

Kedatangan para pendekar dan pengurus perguruan itu bukan tanpa alasan. Mereka meminta adanya fasilitasi kegiatan dan agenda resmi bagi para pesilat yang selama hampir empat tahun terakhir dinilai vakum tanpa event besar.

Pertemuan yang berlangsung hangat itu menjadi titik awal kebangkitan dunia pencak silat di Kabupaten Probolinggo.

Para perwakilan perguruan berharap KORMI mampu menjadi jembatan untuk menghadirkan ruang kompetisi, silaturahmi, sekaligus pelestarian budaya pencak silat di tengah masyarakat.

Ketua KORMI Ahmad Ansori, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik aspirasi dari para perguruan silat. Menurutnya, sudah terlalu lama para pesilat tidak memiliki wadah kegiatan berskala besar di Kabupaten Probolinggo.

“Sudah hampir empat tahun ini tidak ada agenda besar untuk para pesilat di Kabupaten Probolinggo. Karena itu, melalui KORMI kami akan mengagendakan event besar sebagai wadah bagi seluruh perguruan silat,” ujarnya.

Ansori menjelaskan, event tersebut rencananya digelar pada 21 hingga 25 Juli mendatang di Kraksaan selama lima hari penuh. Kegiatan itu akan dikemas meriah dengan berbagai agenda yang melibatkan pesilat dari berbagai perguruan.

“Event nanti bukan hanya pertandingan biasa. Akan ada fight profesional, seni pencak tradisional, dan puncaknya adalah pencak dor profesional. Kami ingin menghidupkan kembali gairah pencak silat di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Menurutnya, pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga bagian dari budaya dan identitas masyarakat yang harus terus dijaga.

Karena itu, KORMI ingin menghadirkan event yang bukan hanya kompetitif, tetapi juga mampu menarik perhatian masyarakat luas.

Rencana kegiatan tersebut langsung mendapat respons positif dari para perguruan silat. Mereka berharap agenda itu bisa menjadi kegiatan rutin tahunan dan membuka ruang pembinaan atlet-atlet muda berbakat di Kabupaten Probolinggo.

Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, event tersebut juga diharapkan mampu mempererat persaudaraan antarperguruan yang selama ini jarang bertemu dalam satu kegiatan bersama.

Atmosfer kebersamaan dan semangat menjaga tradisi pencak silat menjadi harapan besar dari seluruh pihak.

“Kami ingin pencak silat kembali hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Probolinggo. Momentum ini harus dijaga bersama,” pungkas Ansori yang pernah menjabat sebagai ketua IPSI kabupaten Probolinggo periode 2016-2020 ini. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#silat #event #KORMI