BANGIL, Radar Bromo - Pasuruan United memang gagal memboyong pulang Piala Liga 4 Gubernur Jatim.
Namun, tim berjuluk Laskar Santri Mbeling itu, setidaknya mampu mengukir sejarah.
Mereka berhasil nangkring sebagai runner up, usai kalah adu tos-tosan dengan tuan rumah, Persepam Pamekasan.
Pertandingan yang tersaji di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (15/2) malam, berlangsung sengit.
Ricko Cs bahkan sempat tertinggal lebih dulu, melalui sontekan pemain Persepam, Wahyu, di menit ke-34.
Ricko akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit ke-54, melalui tendangan bebas dari luar kotak pinalti. Skor akhir 1-1 untuk kedua kesebelasan.
Laga imbang ini, memaksa wasit untuk memperpanjang pertandingan. Namun, 2x15 menit, tak ada tambahan gol tercipta.
Sehingga, laga pun harus diakhiri dengan adu penalti, untuk memastikan siapa pemenangnya.
Dalam adu penalti inilah, Pasuruan United harus mengakui keunggulan lawan. Skor akhir 6-4, mengantarkan Persepam mengangkat trofi juara.
"Di final, kami kurang hoki saja. Capaian kami luar biasa. Bisa masuk final hingga masuk final dan juara atau runner up sudah istimewa," kata Manajer Pasuruan United, Fitroh Mucharrom.
Ia mengaku, laga tersebut bakal menjadi evaluasi untuk zona nasional. Mengingat, laga zona nasional, tentu bakal tak kalah berat.
“Kami akan lakukan perombakan pemain, untuk menghadapi zona nasional,” bebernya. (zal/one)
Editor : Jawanto Arifin