KANIGARAN, Radar Bromo - Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo berupaya menghidupkan kembali olahraga tradisional di kota.
Olahraga tradisional kini dikenalkan kembali kepada siswa SMP/MTs se-Kota Probolinggo melalui lomba olahraga tradisional Wali Kota Cup 2025.
Lomba olahraga tradisional tersebut digelar selama 2 hari di GOR A. Yani Kota Probolinggo. Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin mengatakan, pentingnya melestarikan olahraga tradisional agar dikenal kembali oleh generasi muda.
"Ini olah raga kita zaman dulu yang mungkin adik-adik (siswa) sudah jarang bahkan tidak mengetahuinya. Karena itu, kami melalui Dispopar mengadakan lomba olahraga tradisional untuk lebih mengenalkan bahwa tujuan dari kegiatan ini agar masing-masing peserta lomba SMP/MTs se- Kota Probolinggo dapat saling mengenal,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.
Wali kota menerangkan, olahraga tradisional bukan sekadar permainan. Tetapi juga mengandung filosofi kebersamaan, kekompakan, kepemimpinan, hingga kedisiplinan dalam menaati aturan.
"Mengandung filosofi menumbuhkan kebersamaan, kekompakan, bagaimana kita berkomunikasi antar semua peserta sehingga mampu melatih kepemimpinan, ketertiban, dan bagaimana kita bisa mematuhi aturan permainan,” ungkapnya.
Olahraga tradisional diadakan di Gor A. Yani, diakui wali kota, juga untuk mengenalkan dan meramaikan sentra kuliner Kota Probolinggo yang ditemapatkan di sana. Sehingga, Gor A. Yani tidak hanya pusat olahraga, tapi juga sudah menjadi sentra kuliner baru.
"Masyarakat agar lebih mengenal. Anak-anak lebih mengenal bahwa di sini selain pusat olahraga juga telah menjadi pusat kuliner,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dispopar Kota Probolinggo, Rachmadeta Antariksa mengatakan, kegiatan ini menjadi rangkaian peringatan
Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo. Lomba tersebut juga upaya melestarikan olahraga tradisional di tengah dominasi gawai dalam kehidupan anak-anak saat ini.
"Lomba olahraga tradisional untuk pelajar tingkat SMP/MTs Negeri dan swasta se-Kota Probolinggo baru yang pertama. Ada 3 cabang lomba yaitu terompah panjang, gobak sodor, dan egrang. Tujuannya, untuk melestarikan olahraga tradisional. Sehingga adik-adik lebih mengenal karena anak zaman sekarang kebanyakan gadget, sehingga kita perlu review dan terus memperkenalkan olahraga tradisional,” terangnya. (mas/fun)
Editor : Fandi Armanto