Performanya dalam kejuaraan Adya Novali Classic 2022 di Jakarta menjadi bukti bahwa olahraga binaraga di Kota Pasuruan tak bisa dipandang sebelah mata. Misnadi keluar sebagai juara di kelas binaraga 70 kilogram. Dia juga menginspirasi atlet lain untuk mengikuti jejaknya menoreh prestasi.
Lima dari tujuh atlet yang dikirim, sama-sama mendapat predikat juara. Selain Misnadi, ada nama May yang menduduki juara dua di kelas women fitness dan juara tiga di kelas woman sport. Tiga atlet lain harus puas menjadi juara empat di kelas yang berbeda.
Antara lain, Agung di kelas binaraga 60 kilogram; Arik di kelas mens sport dan terakhir Chandra di kelas mens fitness. Ketua PBFI Kota Pasuruan Akhmad Ghozi mengaku bangga melihat atlet-atlet yang diturunkan banyak mendapatkan juara di kelasnya. “Kami selalu menargetkan juara dalam setiap kejuaraan,“ katanya.
Terlebih ajang kejuaraan yang berlangsung akhir November lalu cukup bergengsi. Selain diikuti peserta berbagai daerah, juga diikuti peserta luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand. Menurut Ghozi, setiap prestasi yang diraih tidak lepas dari kerja keras para atlet dan tim pelatih. Terutama untuk menjaga konsistensi dan disiplin dalam latihan.
“Selalu ada progres yang signifikan. Dan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melahirkan atlet-atlet muda,“ kata Ghozi.
Dia mengatakan, setiap atlet yang ikut kejuaraan sudah memiliki otot yang matang. Mereka tinggal mengikuti pembinaan instensif selama sebulan untuk menyiapkan performa di kejuaraan. Ghozi menyebut pembinaan dilakukan dengan metode full suplementasi dan asupan protein tingkat tinggi.
“Saya rasa metode ini belum pernah diterapkan oleh pihak lain di Indonesia. Jadi kami menjadi yang pertama melakukan percepatan pembentukan otot atlet dalam waktu yang singkat,“ katanya.
Dia mengaku sengaja hanya menurunkan tujuh atlet dalam kejuaraan tersebut. Sebab, beberapa atlet lain tengah menjalani program pembesaran masa otot.
Mereka baru dipastikan siap mengikuti kejuaraan tahun depan. “Yang jelas pembinaan harus terukur dengan target sesuai dengan kelasnya,” terangnya. (tom/mie) Editor : Ronald Fernando