Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kebakaran Rumpun Bambu Bikin Panik Warga Wonomerto-Probolinggo, Hanya 8 Meter dari Permukiman

Inneke Agustin • Minggu, 12 Juli 2026 | 08:20 WIB
SEMPROT: Tim Damkar Satpol PP Kabupaten Probolinggo memadamkan api di rumpun bambu di Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jumat (10/7). (DAMKAR KABUPATEN PROBOLINGGO UNIT TONGAS FOR JAWA POS RADAR BROMO)
SEMPROT: Tim Damkar Satpol PP Kabupaten Probolinggo memadamkan api di rumpun bambu di Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jumat (10/7). (DAMKAR KABUPATEN PROBOLINGGO UNIT TONGAS FOR JAWA POS RADAR BROMO)

WONOMERTO, Radar Bromo- Memasuki kemarau hendaknya lebih berhati-hati dalam berurusan dengan api. Bila tidak, bisa menyebabkan kebakaran. Seperti terjadi di Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jumat (10/7) siang.

Diduga akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan ketika masih menyala, membuat sejumlah warga panik. Api membesar dan melalap rumpun bambu yang tak jauh dari permukiman. Beruntung api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke rumah-rumah warga.

Inspektur Inspeksi Damkar Kabupaten Probolinggo Danang Purwanto mengatakan, sebelum mengetahui adanya kebakaran, pelapor sempat mendengar suara letupan yang berasal dari belakang rumahnya. Saat diperiksa, ternyata asap pekat disertai kobaran api membumbung tinggi dari rumpun bambu.

“Pelapor mendengar suara letupan. Memang bambu yang terbakar biasanya mengeluarkan bunyi. Setelah dicek ke belakang rumah, api sudah membesar sehingga langsung menghubungi call center Damkar," ujarnya.

Kejadian ini dilaporkan oleh Zainul, 30, sekitar pukul 13.58. Sebelum petugas datang, pelapor bersama warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api yang telanjur membesar membuat upaya tersebut tidak berhasil.

Mendapat laporan, Tim Damkar Kabupaten Probolinggo Unit Tongas, langsung menuju lokasi dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam berkapasitas 6.000 liter.

Petugas mendapati titik api berada di belakang rumah pelapor, sehingga akses menuju lokasi cukup terbatas.

Petugas kemudian menggelar selang dari halaman depan rumah menuju lokasi kebakaran.

"Kami menggelar satu rol selang ukuran 2,5 inci yang disambungkan menggunakan Y connection dengan satu rol selang ukuran 1,5 inci. Setelah itu dilakukan pemadaman sekaligus pendinginan agar api tidak kembali menyala," jelas Danang.

Meski akses menuju lokasi cukup sempit, proses pemadaman berlangsung lancar. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30. Danang mengatakan, keberhasilan penanganan mencegah api menjalar ke rumah-rumah warga yang lokasinya hanya berjarak sekitar delapan meter dari titik kebakaran.

“Alhamdulillah api berhasil ditangani. Jaraknya dengan rumah warga hanya sekitar delapan meter, sehingga potensi merembet cukup besar. Syukurnya tidak ada korban jiwa maupun kerugian material," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu putung rokok yang dibuang sembarangan di sekitar lokasi. Kondisi vegetasi yang kering membuat api dengan cepat membesar sebelum akhirnya menjalar ke rumpun bambu.

“Kami menduga sumber api berasal dari putung rokok. Vegetasi yang kering membuat api cepat membesar lalu menjalar ke rumpun bambu," ujarnya. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#api #kebakaran #bambu #probolinggo