Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jejak Sejarah Polsek Nguling, dari Kantor Kawedanan hingga Markas Polisi

F
Penulis: Fuad Alyzen❯
BERSEJARAH: Bangunan Polsek Nguling yang ternyata memiliki sejarah yang pandang. (Fuad Alyzen/Radar Bromo)
BERSEJARAH: Bangunan Polsek Nguling yang ternyata memiliki sejarah yang panjang. (Fuad Alyzen/Radar Bromo)

Advertisement

BANGUNAN tua yang kini menjadi Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Nguling, Kabupaten Pasuruan, menyimpan jejak sejarah panjang.

Di balik aktivitas pelayanan masyarakat yang berlangsung setiap hari, kompleks tersebut pernah menjadi pusat pemerintahan pada masa kolonial Belanda.

Hingga akhirnya beralih fungsi, menjadi markas kepolisian setelah Indonesia merdeka.

Advertisement

Bagi warga Nguling, bangunan yang berdiri di tepi Jalan Raya Nguling, Desa/Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan itu, bukan sekadar kantor polisi.

Arsitektur kolonial yang masih tampak pada beberapa bagian bangunan, menjadi saksi bisu perjalanan wilayah tersebut dari masa ke masa.

Salah satu sosok yang mengetahui sejarah Polsek Nguling adalah Samidi, 74, pensiunan anggota Polri yang terakhir menjabat sebagai Kanit Binmas Polsek Nguling dengan pangkat Ipda.

Advertisement

KUNO: Ruangan kantor Polsek Nguling yang masih menyisakan bangunan peninggalan era kolonial Belanda. (Fuad Alyzen/Radar Bromo)

KUNO: Ruangan kantor Polsek Nguling yang masih menyisakan bangunan peninggalan era kolonial Belanda. (Fuad Alyzen/Radar Bromo)

PELAYANAN: Sebelum menjadi polsek, bangunan tersebut sempat dimanfaatkan untuk kantor pemerintahan pada masa kolonial Belanda. (Fuad Alyzen/Radar Bromo)

PELAYANAN: Sebelum menjadi polsek, bangunan tersebut sempat dimanfaatkan untuk kantor pemerintahan pada masa kolonial Belanda. (Fuad Alyzen/Radar Bromo)

Pria yang mulai bertugas di Polsek Nguling pada 1977 itu mengaku, banyak memperoleh cerita sejarah dari para senior dan veteran, yang pernah hidup pada masa perjuangan.

Menurut Samidi, berdasarkan cerita yang berkembang dari generasi ke generasi, lahan yang kini ditempati Polsek Nguling, awalnya merupakan milik seorang warga keturunan Tionghoa.

“Dulu tanah ini milik orang Tionghoa. Pemiliknya sudah lama tidak ada. Kemudian cucunya yang tinggal di Surabaya, menghibahkan tanah ini untuk Polsek. Waktu itu yang mewakili keluarga ada Pak Sukimin dari Ngopak, saat ini masih ada orangnya,” ujarnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Sebanyak 10 KKMP di Kota Pasuruan Dapat Catatan Perbaikan

Sebanyak 10 KKMP di Kota Pasuruan Dapat Catatan Perbaikan

Verval ini dilakukan atas instruksi langsung dari Kementerian Koperasi. Dari total 15 titik, baru 10 gerai yang sudah diperiksa.

Sempadan Irigasi Dipasangi Papan Larangan, Warga Diingatkan Tak Sembarang Bangun

Sempadan Irigasi Dipasangi Papan Larangan, Warga Diingatkan Tak Sembarang Bangun

Pemasangan papan ini bagian dari upaya menjaga jaringan irigasi tetap berfungsi optimal.

Warung Kopi di Purwodadi Pasuruan Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp 50 Juta

Warung Kopi di Purwodadi Pasuruan Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp 50 Juta

Kondisi bangunan warkop yang sebagian besar menggunakan material kayu, membuat api dengan cepat membakar bagian bangunan tersebut.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer