KOMITMEN TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program pembangunan, yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Salah satunya dilakukan Kodim 0820/Probolinggo, dengan membangun lima jembatan di sejumlah wilayah Kabupaten Probolinggo, guna meningkatkan aksesibilitas dan mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.
Pembangunan jembatan tersebut berawal dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui para Babinsa di masing-masing desa.
Berbagai keluhan terkait kondisi jembatan yang rusak, tidak layak, hingga minimnya akses penghubung kemudian dihimpun dan dilaporkan secara berjenjang melalui Koramil, Kodim, hingga Mabes TNI.


Dandim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Ribut Yodo Apriyantono menjelaskan, seluruh usulan pembangunan yang diajukan, akhirnya mendapat persetujuan.
Karena dinilai memiliki tingkat urgensi yang tinggi dan sangat dibutuhkan masyarakat.
“Alhamdulillah, dari lima titik yang kami usulkan semuanya disetujui. Lokasi-lokasi tersebut memang menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat karena berhubungan langsung dengan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Kelima jembatan yang saat ini dibangun berada di Desa Kalidandan-Kecamatan Pakuniran dengan panjang 22 meter, Desa Andungbiru-Kecamatan Tiris sepanjang 16 meter, Desa Satreyan-Kecamatan Maron sepanjang 6 meter, Desa Banjarsari-Kecamatan Sumberasih sepanjang 20 meter, serta Desa Sumberrejo-Kecamatan Tongas sepanjang 17 meter.
Sebelum dilakukan pembangunan, kondisi jembatan di masing-masing lokasi cukup memprihatinkan.
Sebagian mengalami kerusakan akibat diterjang banjir, sementara lainnya hanya berupa jembatan bambu atau konstruksi sederhana yang kurang aman digunakan masyarakat.
Melalui pembangunan ini, seluruh jembatan dirancang dengan konstruksi permanen yang lebih kokoh dan aman sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Menurut Ribut, keberadaan jembatan memiliki peran vital karena menjadi akses utama masyarakat menuju berbagai fasilitas publik.
Mulai dari sekolah, puskesmas, pasar, pusat pemerintahan desa, hingga kawasan permukiman warga.
Selama ini, warga yang terdampak kerusakan jembatan terpaksa menggunakan jalur alternatif, dengan jarak yang lebih jauh dan waktu tempuh yang lebih lama.
Bahkan beberapa memilih menerjang arus sungai yang berpotensi membahayakan.
TMMD Jadi Bukti Peran TNI untuk Pembangunan Daerah
Kodim 0820/Probolinggo juga terus berperan aktif dalam mempercepat pembangunan desa, melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Salah satu pelaksanaan program tersebut berlangsung di Desa Brabe, Kecamatan Maron, dengan menyasar berbagai pembangunan fisik dan nonfisik yang dibutuhkan masyarakat.
Di antaranya pavingisasi jalan akses permukiman sepanjang 700 meter, pembangunan tembok penahan tanah (TPT), pipanisasi air bersih sepanjang 1,5 kilometer, pembangunan tandon air, renovasi 10 unit rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan 15 unit jamban keluarga, hingga rehabilitasi musala.
Tidak hanya infrastruktur jalan, program TMMD juga memberikan solusi atas kebutuhan air bersih masyarakat, di Dusun Klagin dan Dusun Sumur.
Melalui kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah, air bersih disalurkan dari Desa Racek, Kecamatan Tiris menggunakan sistem pipa gravitasi menuju tandon penampungan. Dan disalurkan ke sekitar 120 rumah warga.
Sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik terutama ketika kemarau.
“Begitu pula warga yang belum memiliki jamban, kami bantu pembangunannya demi mendukung kesehatan dan kebersihan lingkungan,” ujar Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriyantono.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai program nonfisik yang dilaksanakan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang.
“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan desa yang lebih maju, mandiri, serta memiliki kualitas hidup yang semakin baik di masa mendatang,” paparnya. (gus/one/*)
Editor : Jawanto Arifin