KANIGARAN, Radar Bromo - Sepasang orang tua asal Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, membawa anaknya ke mako Damkar Satpol PP Kota Probolinggo, Jumat (24/4) malam.
Meski sudah malam, mereka berharap pertolongan Tim Damkar. Meminta melepas cincin di jari anaknya yang berinisial KAL, 7.
Anggota Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Ade mengatakan, cincin monel itu digunakan KAL di jari telunjuk kanan. Kondisinya kekecilan, sehingga tidak bisa dilepas.
“Memang masih belum bengkak tangannya, tapi kalau dibiarkan ya bisa-bisa bengkak,” katanya.
Sebelumnya, pihak keluarga sudah berupaya melepas dengan memberikan lotion di sekitar jari sang anak. Namun, tidak berhasil. Cincin masih tak bisa dilepas.
“Akhirnya, meminta tolong kami untuk melepas cincin tersebut,” ungkap Ade.
Sebelum proses evakuasi dilakukan, Damkar memasang pelat besi di bawah cincin. Tujuannya, agar mata gerinda potong mini tak bersentuhan langsung dengan kulit nantinya. Petugas menggunakan mini grinder khusus untuk memotong cincin.
“Fungsi pelat selain untuk pengganjal, juga untuk menangkal panas akibat gesekan antara cincin dan mata gerindanya,” terangnya.
Agar tak sampai menimbulkan percikan api, petugas lain membantu untuk menyiramkan air di atasnya.
“Ini agar tidak ada api yang memercik dan mengenai kulit pengguna cincin. Selain itu juga untuk mengurangi rasa panas di kulit,” kata Ade. Sekitar pukul 21.45, cincin berhasil dilepas. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga