KANIGARAN, Radar Bromo- Sebuah toko kelontong di Jalan K.H. Hasan Genggong, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, dilalap api. Kamis (16/4) malam, api diduga muncul disebabkan korsleting listrik pompa air.
Toko ini milik Nining, 49, warga Desa/Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Nining mengatakan, tokonya biasa beroperasi mulai pukul 07.00-16.30. Kamis (16/4) sore, diduga suaminya lupa mematikan pompa air di dalam toko, sehingga terjadi korsleting.
“Kebakaran pertama kali diketahui oleh pedagang kaki lima di depan toko. Baru kemudian banyak warga yang berdatangan untuk membantu memadamkan,” terangnya.
Malam itu, Nining tengah beristirahat di rumahnya. Ia ditelepon warga jika tokonya kebakaran. “Sesampai di sini, sudah banyak warga berkerumun dan ada damkar juga,” katanya.
Nining sempat berupaya menyelamatkan beberapa barang dagangannya. Sebab, titik api berada tepat di bagian gudang toko. Sejumlah sabun dan rokok sempat dikeluarkan, namun ada juga yang tak bisa terselamatkan. “Sebab, sabun-sabun itu baru kulak. Kalau ditotal kemungkinan seharga Rp 15 jutaan,” terangnya.
Tim Damkar terus berusaha memadamkan api. Untuk memastikan tak ada api yang tersisa, beberapa genting dan plafon gudang dijebol. Nining menafsirkan, kerugian atas bangunan tokonya mencapai Rp 5 juta. Jadi, total Rp 20 juta. “Nanti saya masih harus memperbaiki atap, plafon, dan pintunya karena rusak,” ungkapnya.
Jumat (17/4) siang, Nining bersama warga sekitar tampak sibuk memilah sejumlah sabun. “Ini masih dipilah mana yang bisa dijual kembali dan mana yang tidak. Kalau ada warga yang mau ya saya suruh ambil sudah,” katanya.
Petugas Tindak Internal (PTI) Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Nurul Purwantoro mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya kebakaran sekitar pukul 20.53. Tim langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa tiga unit fire truck berkapasitas 3.000, 5.000, dan 10.000 liter.
“Sesampainya di lokasi, kami langsung melakukan pemadaman. Api baru terkendali pada pukul 21.05. Sekitar sepuluh menit kemudian, lokasi dinyatakan kembali kondusif,” jelasnya.
Komandan Regu Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Bima Nur Dianto mengatakan, proses pemadaman berjalan lancar tanpa kendala berarti. Sesampainya di lokasi, warga sekitar sudah berusaha melakukan pemadaman dengan alat seadanya.
“Kami sampai di sana, akses pintu masuk dari depan dan belakang sudah terbuka. Sepertinya sudah dibuka oleh warga sekitar saat itu,” terangnya. (gus/rud)
Editor : Muhammad Fahmi