PEMERINTAH Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, terus berusaha mengembangkan potensi desanya. Namun upaya tersebut tidak mengesampingkan pembangunan infrastruktur yang banyak dibutuhkan masyarakat.
Letak geografis Desa Andungbiru yang berada di dataran tinggi memiliki keuntungan. Hampir semua jenis tanaman tumbuh subur. Salah satunya kopi arabika yang banyak ditanam di kebun milik warga. Tak heran jika kopi menjadi buah unggulan di Desa Andungbiru.
Sayang, banyak warga yang menjual kopi begitu saja. Dengan menjual biji kopi (green bean) tanpa ada pengolahan lebih lanjut. Penjualan tanpa pengolahan membuat harga jual lebih murah. Karenanya, BUMDes Maju Bersama Andungbiru merintis usaha pengolahan kopi kemasan.
Bendahara Desa Andungbiru Agus Santoso mengatakan, unit usaha ini sejatinya mulai dirintis sejak 2024. Tetapi saat itu masih banyak hal yang perlu disiapkan. Mulai dari pemantapan sumber daya manusia (SDM) pengelola serta pemantapan teknik pengolahan biji kopi menjadi kopi kemasan yang memiliki citarasa khas. Baru pada pertengahan 2025, kopi kemasan mulai diproduksi dengan jumlah yang banyak.
“Uji coba pengolahan kopi dilakukan. Tetapi tidak berani memproduksinya dalam jumlah banyak. Sebab, khawatir pengolahan dan racikan kurang pas,” katanya.
Bahan baku kopi dibeli langsung dari warga Desa Andungbiru. Kopi kemudian disortir. Dipilih yang berkualitas, sehingga hasilnya juga berkualitas. Selanjutnya, biji kopi dikeringkan sebelum di-roasting. Kemudian, dihaluskan menjadi bubuk. Agar rasa dan aroma kopi arabika tetap terjaga, kopi bubuk itu disimpan dalam kemasan kedap udara.
“Saat ini ada dua metode penjualan yang dilakukan BUMDes. Menjual langsung green bean dengan berat masing-masing kemasan 1 kilogram dan kemasan siap seduh 100 gram. Customer bisa memilih sesuai dengan selera,” terangnya.
Agus mengatakan, kopi arabika Desa Andungbiru, memiliki ciri khas. Aroma wangi dan memiliki rasa asam yang segar. Tingkat keasaman maupun kadar kafein lebih rendah. Karena itu, kopi ini aman dikonsumsi dengan takaran yang tepat. “Pemasaran kopi arabika original ini, BUMDes masih memasarkan di toko sekitar Kecamatan Tiris. Juga bisa langsung dibeli di BUMDes RT 3/RW 1, Dusun Krajan,” jelasnya.
Rehab Jembatan Penghubung Antardesa
Kenyamanan warga saat beraktivitas menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Andungbiru. Karena itu, sejumlah infrastruktur terus diperbaiki. Namun tetap dipilih yang paling mendesak.
“Pemerintah selalu terbuka dengan masyarakat. Usulan apa yang ada di masyarakat kami tampung. Tetapi karena anggaran desa terbatas, maka pembangunan desa yang sifatnya mendesak terlebih dahulu ditindaklanjuti,” ujar Sekretaris Desa Andungbiru Asrawi.
Tahun ini, Pemerintah Desa Andungbiru memiliki dua rencana pembangunan fisik. Meliputi rehab jembatan sepanjang 48 meter dengan tinggi 3 meter dan lebar 1,2 meter di RT 3/RW 1, Dusun Krajan. Jembatan yang masih terbuat dari kayu ini, kini kondisinya mulai mengkhawatirkan. “Walau hanya berupa kayu, keberadaan jembatan ini sangat penting. Karena itu, konstruksinya harus kokoh,” ujarnya.
Pemerintah juga akan segera mempaving jalan sepanjang 410 meter di RT 8/RW 3, Dusun Sumberkapong. Jalan yang masih murni tanah ini merupakan akses menuju wisata Batu Peringgi dan permukiman warga. “Tanahnya cenderung gerak karena gembur. Kami pilih konstruksi paving sebab dirasa lebih cocok dengan kondisi jalan,” jelasnya. (ar/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026
· Merehab jembatan di RT 3/RW 1, Dusun Krajan.
· Mempaving jalan di RT 8/RW 3, Dusun Sumberkapong.
· Membangun 2 unit RTLH.
Editor : Fahreza Nuraga