KADEMANGAN, Radar Bromo - Kelangkaan gas elpiji tabung 3 kilogram atau elpiji melon di Kota Probolinggo menjadi perhatian serius Pemkot Probolinggo.
Ternyata, pekan kemarin terjadi keterlambatan pasokan dari Pertamina. Mengakibatkan ketersedian elpiji melon sempat langka.
Kondisi itu diketahui setelah Dinas Koperasi, Usaha mikro, dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo memantau ketersediaan dan harga elpiji melon di SPBE dan Agen, Senin (13/4) sore.
Kepala DKUP Kota Probolinggo Slamet Suwantoro mengatakan, perang Timur Tengah juga berdampak terhadap distribusi gas di Indonesia.
Banyaknya laporan masyarakat terkait kelangkaan persediaan elpiji 3 kg di tingkat pangkalan dan toko pengecer.
Bahkan, adanya indikasi kenaikan harga di tingkat pengecer menjadi perhatian serius.
“Hasil pemantauan di lokasi, memang terjadi keterlambatan pasokan dari Pertamina,” katanya.
Di Kota dan Kabupaten Probolinggo, ada 4 SPBE yang menjalankan fungsi penyaluran elpiji bersubsidi kepada 10 agen yang beroperasi untuk kebutuhan masyarakat di Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo.
“Kami juga sudah sidak beberapa agen elpiji 3 kg,” ujarnya.
Ketika sidak, diketahui terjadi keterlambatan pasokan dari Pertamina.
Keterlambatan pasokan itu tentu berdampak terhadap pengiriman pasokan ke agen.
Agen juga hanya memperoleh 50 persen dari rata-rata yang disalurkan dalam kondisi normal sebanyak 2 truk atau 1.120 tabung, sehingga memengaruhi jumlah penyaluran elpiji ke pangkalan.
“Seminggu terakhir terdapat kendala yang mengganggu pasokan elpiji di wilayah Kota Probolinggo dikarenakan ketersediaan elpiji di terminal penyimpanan distribusi Surabaya, Gresik, dan Banyuwangi, terbatas (tidak dalam kondisi normal),” jelasnya.
“Keterlambatan pasokan ini menyebabkan kekurangan stok di agen, pangkalan, dan pengecer selama beberapa hari kemarin,” jelasnya. (mas/rud)
Editor : Muhammad Fahmi