Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Usai Diguyur Hujan Lebat, TPT di SDN Tlogoargo Tiris Probolinggo Ambrol

Achmad Arianto • Rabu, 18 Maret 2026 | 11:38 WIB
Kondisi TPT di depan SDN Tlogoargo 1 Tiris Probolinggo yang ambrol usai diguyur hujan lebat. (BPBD for Radar Bromo)
Kondisi TPT di depan SDN Tlogoargo 1 Tiris Probolinggo yang ambrol usai diguyur hujan lebat. (BPBD for Radar Bromo)

TIRIS, Radar Bromo-Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Tiris, Probolinggo selama dua jam berimbas. Sebuah Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Togur, Desa Tlogoargo, ambrol.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, ambrolnya TPT tersebut terjadi pada senin (16/3) sore.

TPT itu ambrol setelah turun hujan dengan intensitas sedang hingga deras, mengguyur wilayah setempat sejak pukul 14.00 hingga 16.00.

Kondisi itu mengakibatkan sebuah TPT sepanjang 10 meter dengan tinggi 2 meter di SD Negeri Tlogoargo 1 ambrol.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) kemudian melakukan asesmen di lokasi kejadian Kemudian selasa (17/3).

“Kejadiannya sore hari. Karena wilayahnya cukup jauh dan pelosok, baru dilakukan asesmen kemarin (Selasa, Red),” katanya saat dikonfirmasi (18/3).

Oemar menjelaskan material tanah longsor sempat menutupi akses jalan warga serta menutupi saluran air dibawah TPT.

Namun, Pemerintah Desa Tlogoargo bersama masyarakat setempat bergerak cepat gotong royong melakukan pembersihan.

Untuk mengantisipasi terjadinya bencana susulan. BPBD bersama warga kemudian memasang terpal pada titik TPT ambrol. Upaya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya longsor susulan.

“Kami lakukan melakukan pemasangan terpal pada titik longsor. Sebab wilayah Kecamatan Tiris masih sering hujan. Upaya darurat ini dilakukan sambil menunggu penanganan lebih lanjut. Sementara kondisi saat ini telah berangsur normal,” ucapnya.

Oemar menambahkan masyarakat harus tetap waspada terhadap potensi bencana. Terlebih lagi saat curah hujan tinggi.

Khususnya di wilayah rawan longsor. Jika terdapat tanda-tanda pergerakan tanah agar segera melaporkannya pada pihak terkait. Baik Pemerintah Desa, Kecamatan, atau Forkopimca kemudian diteruskan pada BPBD.

“Kemungkinan bencana susulan masih bisa saja terjadi. Yang terpenting bagaimana caranya untuk meminimalisir resiko dan dampak yang ditimbulkan,” tuturnya. (ar/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#SDN #ambrol #hujan deras #longsor #tpt