KANIGARAN, Radar Bromo - Selama tiga hari, para lurah dan camat se-Kota Probolinggo dipastikan tidak berada di Kota Probolinggo. Mereka dikumpulkan di Kota Batu.
Mengikuti retret kepemimpinan di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Timur.
Mereka akan digembleng dan dipersiapkan untuk dapat mendukung dan merealisasikan visi Wali Kota Probolinggo, Probolinggo Bersolek. Retret ini digelar mulai Rabu-Jumat (4-6/2).
Selama tiga hari, mereka mengikuti kegiatan penguatan nilai-nilai kepemimpinan, pembinaan mental spiritual, diskusi kebijakan publik, serta refleksi peran lurah dan camat sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo mengatakan, kegiatan ini penting sebagai ruang penyegaran sekaligus konsolidasi bagi para pemimpin wilayah.
“Lurah dan camat ujung tombak pemerintahan. Mereka yang paling dekat dengan warga dan paling cepat merasakan persoalan di lapangan. Retret ini bukan sekadar kegiatan formal, tetapi momen untuk menguatkan komitmen melayani, meningkatkan empati, serta mempererat sinergi antarwilayah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya integritas dan responsivitas aparatur dalam menghadapi dinamika kebutuhan masyarakat.
Pascamutasian tahun kemarin, pihaknya berharap seluruh lurah dan camat benar-benar mampu dan siap merealiasikan Probolinggo Bersolek sebagai program wali kota dan wakil wali kota.
“Saya berharap setelah mengikuti retret ini, para lurah dan camat semakin responsif, humanis, dan mampu menghadirkan solusi cepat bagi persoalan warga. Jangan menunggu masalah membesar, tapi hadir sejak dini,” tambahnya. (mas/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni