Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Makin Banyak PKL Jualan Dekat Alun-Alun Probolinggo, Satpol PP Beri Teguran

Arif Mashudi • Kamis, 15 Januari 2026 | 16:19 WIB

 

Sejumlah PKL yang tetap berjualan di kawasan alun-alun Probolinggo. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)
Sejumlah PKL yang tetap berjualan di kawasan alun-alun Probolinggo. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)

MAYANGAN, Radar Bromo Pemkot Probolinggo tegas melarang PKL berjualan di sekitar Alun-Alun Kota Probolinggo. Faktanya di lapangan, puluhan PKL tetap berjualan di sekitar alun-alun. Hanya saja, lokasinya pindah.

Sebelum alun-alun direvitalisasi, para PKL berjualan memutari alun-alun di empat ruas jalan. Jl A. Yani, Jalan KH Mansyur, Jl. Trunojoyo, dan Jl KH Agus Salim. Mereka berjualan tepat di sebelah trotoar alun-alun.

Saat ini, para PKL tetap berjualan memutari alun-alun. Namun, posisinya pindah. Yaitu di Jl A. Yani yang ada di sebelah timur dan sebelah barat alun-alun.

Lalu di seberang alun-alun di Jl KH Agus Salim dan KH Mansyur, namun bukan tepat di sebelah trotoar alun-alun.

Sampai saat ini, Satpol PP Kota Probolinggo belum melakukan penertiban terhadap puluhan PKL tersebut. Dengan alasan, masih tahap teguran.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, saat ini makin banyak PKL yang berjualan di sekitar alun-alun.

Mereka dengan sengaja dan terang-terangan berjualan di Jl. A. Yani. Tepatnya di sisi timur dan barat alun-alun. Bahkan, ada beberapa PKL yang berjualan hingga tikungan dekat alun-alun.

Tampak beberapa petugas Satpol PP patroli keliling di kawasan alun-alun. Namun mereka hanya mengawasi di sekeliling dan dalam alun-alun.

Salah satu PKL saat ditemui mengaku, dirinya sudah dapat teguran dari Satpol PP. Namun dia tetap bertahan jualan di sana.

“Ya karena pedagang lainnya tetap jualan. Di sisi timur malah lebih banyak PKL yang berjualan. Akhirnya, ya saya jualan juga,” terang PKL yang enggan disebut namanya itu.

PKL yang lain yang berjualan es teh mengaku, dirinya hanya pekerja. Es teh itu bukan miliknya. Karena itu, dia tidak tahu menahu soal teguran ataupun urusan dengan Satpol PP.

”Saya cuma kerja jaga jualan ini. Tapi bos saya sudah ke Satpol PP,” ujarnya sambil minta tidak disebut namanya.

Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Fatchur Rozi menegaskan, kawasan alun-alun harus steril dari PKL. Karena itu, beberapa anggota Satpol PP stand by di sana.

Mereka berjaga gantian di kawasan alun-alun guna memastikan tidak ada PKL yang berjualan di tepi jalan, trotoar, dan di dalam alun-alun.

”Untuk PKL sisi timur dan barat alun-alun, memang belum ditertibkan. Kami beri surat teguran dan peringatan dulu. Nanti tetap akan ditertibkan semua. Tidak boleh ada yang jualan di tepi jalan,” tegasnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pkl #jualan #satpol pp #alun-alun probolinggo