
Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, Pemerintah Desa/Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, terus memperkuat program sosial dan kesehatan. Semuanya dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga.
MELALUI Dana Desa, bantuan bagi keluarga miskin ekstrem, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga pelayanan posyandu tetap menjadi perhatian serius Pemerintah Desa/Kecamatan Pakuniran. Bahkan, menjadi prioritas yang dijalankan sepanjang tahun ini.
Kepala Desa Pakuniran Ahmad Fauzi mengatakan, pihaknya menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada lima keluarga penerima manfaat (KPM) kategori kemiskinan ekstrem.
Seluruh penerima telah melalui proses verifikasi dan tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial lainnya.
“Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah desa kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Harapannya, bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga penerima,” ujarnya.
Pemerintah Desa Pakuniran juga merealisasikan program RTLH untuk dua unit rumah warga. Masing-masing berada di Dusun Kembang RT 03/RW 01 dan Dusun Bayur RT 22/RW 07. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat agar lebih layak, aman, dan sehat untuk ditempati.
Tak hanya fokus pada bantuan sosial, desa juga memberikan perhatian besar terhadap sektor kesehatan masyarakat. Tahun ini, anggaran posyandu mencapai Rp 210 juta. Program tersebut melayani sekitar 370 balita, 50 ibu hamil, dan 120 lansia yang tersebar di sembilan dusun.

Dalam pelaksanaannya, layanan posyandu didukung oleh 30 kader aktif yang rutin memberikan pelayanan kesehatan dasar, pemantauan tumbuh kembang balita, pemeriksaan ibu hamil, pelayanan lansia, hingga pemberian makanan tambahan (PMT).
Menurut Ahmad Fauzi, penguatan program sosial dan kesehatan menjadi investasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.



