TIRIS, Radar Bromo-Hujan lebat yang mengguyur kawasan Tiris, Kabupaten Probolinggo Kamis siang hingga petang membuat dua jembatan di Dusun Kedaton, Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo putus diterjang banjir.
Putusnya jembatan itu membuat ribuan warga di tiga dusun terisolir.
Jembatan pertama yang putus, berada di Dusun Kedaton yang menjadi akses ke Dusun Sumberkapung, Desa Andungbiru Kecamatan Tiris dan Dusun Sumberkapung, Desa Duren, Kecamatan Krucil.
Jembatan ini memiliki ukuran sekitar 12 x 3 meter. Selama ini jembatan tersebut menjadi jalur utama kendaraan roda empat, dan kini hanyut disapu derasnya arus.
Jembatan itu merupakan satu-satunya akses keluar-masuk warga RT 8, 9, dan 10 Dusun Sumberkapung, Desa Andungbiru.
“Jembatan ini bukan sekadar penghubung, tapi jadi akses utama masyarakat. Ada sekitar 1.000 jiwa di Sumberkapung. Saat ini mereka benar-benar tidak bisa ke mana-mana karena jalan utama sudah terputus,” ujar jelas Asrawi, Sekdes Andungbiru.
Menurut Asrawi, jembatan tersebut juga digunakan ratusan pelajar setiap hari.
“Ini akses menuju SD, MI, SMP, hingga MTs dan MA. Kalau putus total seperti ini, otomatis aktivitas pendidikan juga lumpuh,” tambahnya.
Tak hanya itu, jembatan kedua yang menghubungkan Dusun Kedaton Desa Andungbiru dengan wilayah Desa Tiris dan Desa Sumberduren, Kecamatan Krucil, juga putus total.
Ukurannya lebih besar. Yakni sekitar 20 x 2 meter. Jembatan itu tidak kuat menahan debit air yang meningkat drastis.
“Untuk jembatan kedua, kondisinya juga terputus penuh. Akses menuju Tiris maupun Krucil tidak bisa dilalui sama sekali,” terangnya.
Asrawi menambahkan, meskipun Dusun Kedaton tidak terdampak langsung oleh banjir, warga dusun lain yang memanfaatkan jembatan itu kini benar-benar kehilangan jalur mobilitas.
Agus Santoso, Bendahara Desa Andungbiru sekaligus relawan Tagana yang sejak siang berada di lokasi menyebutkan, selain memutus akses, banjir juga menghancurkan satu rumah milik Mummah Ali 42, warga Dusun Kedaton RT 11 RW 4.
Rumahnya porak-poranda tersapu arus tanpa sempat menyelamatkan barang-barang berharga.
“Rumah itu diterjang banjir langsung. Penghuninya, Pak Muhammad Ali, sudah berhasil kami evakuasi ke tempat aman. Tapi hampir semua barang tidak bisa diselamatkan,” terangnya.
Sementara itu, tiga rumah lain dilaporkan mengalami kerusakan berat dan hampir hancur keseluruhan.
Kamis (11/12) pukul 21.41, kondisi di lapangan masih diguyur gerimis. Debit air sungai juga belum menunjukkan tanda-tanda surut.
“Sebagian aliran sungai masih menggenang karena tersumbat sampah dan potongan kayu. Kami khawatir jika dari hulu ada kiriman air besar. Sungai yang jadi hulu aliran Sungai Pekalen ini bisa tumpah ke rumah-rumah, jadi harus terus kami pantau,” kata Agus.
Saat ini relawan, perangkat desa, dan warga masih berjaga sambil menunggu bantuan alat berat dan perbaikan darurat dari pihak terkait. Pemerintah desa mengimbau warga tetap siaga dan mengutamakan keselamatan. (mu/mie)
Editor : Muhammad Fahmi