PEMERINTAH Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, terus berupaya memperkuat layanan publik dan meningkatkan kesejahteraan warganya. Sejumlah pembangunan strategis dilakukan. Salah satu berupa gedung pertemuan masyarakat di Dusun Bintaosan. Tepat di halaman Kantor Desa Kropak.
Keberadaan gedung pertemuan ini sudah lama dibutuhkan. Selama ini, setiap kali ada kegiatan yang membutuhkan ruang rapat, pemerintah desa terpaksa meminjam tempat di desa lain. Agar masyarakat memiliki ruang pertemuan yang representatif, pemerintah desa membangun gedung baru yang lebih layak dan nyaman.
“Gedung pertemuan sebenarnya sudah ada sebelumnya, tetapi kondisinya tidak layak. Karena itu, kami bangun ulang agar masyarakat memiliki tempat yang lebih memadai,” ujar Kepala Desa Kropak Satap Efendi.
Bangunan berukuran 16 kali 8 meter ini tidak hanya akan difungsikan sebagai tempat rapat. Tetapi, juga bisa digunakan untuk berbagai kegiatan warga, termasuk acara hajatan seperti pernikahan. Kini, progres pembangunannya telah mencapai 85 persen.
“Kurang pengerjaan lantai, instalasi listrik, serta pemasangan daun pintu dan jendela. Insyaallah akhir bulan ini atau awal bulan depan sudah selesai,” ujarnya.
Selain gedung pertemuan, pemerintah desa juga melaksanakan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tahun ini ada tiga rumah warga yang digarap. Satu rumah di Dusun Timbangan dan dua rumah di Dusun Krajan 2.
Kini, ketiganya telah selesai dibangun. Salah satu penerima manfaat, Parmi, 73, warga Dusun Krajan 2, mengaku sangat bersyukur. Rumah yang sebelumnya hampir runtuh, kini telah berdiri kokoh dan nyaman ditempati. “Terima kasih, sekarang saya jauh lebih nyaman tinggal di rumah ini,” ujarnya. (gus/rud/*)
Pembangunan Jalan-Ketahanan Pangan Dongkrak Perekonomian
PROGRAM pembangunan Pemerintah Desa Kropak seluruhnya berorientasi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Setiap program yang dijalankan merupakan bentuk komitmen pemerintah desa untuk menghadirkan kenyamanan dan kemajuan bagi seluruh warga.
“Yang kami lakukan ini untuk kemaslahatan masyarakat. Harapan kami, warga makin sejahtera dan Desa Kropak bisa terus maju ke depannya,” ujar Kepala Desa Kropak Satap Efendi.
Selain pembangunan fisik, upaya peningkatan kesejahteraan juga diperkuat melalui program ketahanan pangan. Tahun ini, pemerintah desa mulai mengembangkan sektor peternakan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan memelihara ratusan bebek pedaging.
Operator Desa Kropak Khoirul Ishaq mengatakan, program peternakan ini telah dua kali panen. Total ada 400 hingga 500 ekor bebek yang dipelihara di tiga lokasi berbeda. Semuanya sebagai langkah awal penguatan ekonomi desa.
Tidak berhenti di sektor peternakan, pemerintah desa juga telah menyiapkan rencana pembangunan infrastruktur untuk tahun depan. Salah satu program prioritasnya pengaspalan jalan penghubung antardusun dan antardesa. Kini, kondisi jalan ini banyak berlubang, sehingga menyulitkan mobilitas warga.
“Rencananya, tahun depan kami lakukan pengaspalan agar masyarakat bisa lebih nyaman. Jalan ini menjadi akses utama untuk ke pasar, membawa hasil panen, menuju sekolah, ke desa tetangga, hingga fasilitas publik lainnya,” jelas Ishaq. (gus/rud/*)
Editor : Ronald Fernando