GENDING, Radar Bromo-Adanya isu tak sedap terkait biaya seragam di SMAN 1 Gending, langsung direspons aktif oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo.
Rabu (10/9), Cabding Probolinggo langsung menurunkan tim untuk melakukan asesmen di SMAN 1 Gending.
“Kami turunkan Kasubag TU, Kasi SMA, dan pengawas untuk melakukan klarifikasi,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo Iwan Triono.
Dari hasil klarifikasi itu, Iwan menjelaskan, sekolah hanya memfasilitasi.
“Hasilnya (asesmen), sekolah hanya memfasilitasi seragam tersebut tanpa ada paksaan. Tidak lain untuk memudahkan para wali murid dalam menyiapkan seragam,” imbuhnya.
Adanya isu soal biaya seragam sekolah dalam dunia pendidikan ini juga menjadi perhatian serius Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Probolinggo Rendra Hadi Kusuma.
Rendra menyebutkan, permasalahan ini dapat menjadi pembelajaran di kemudian hari bagi seluruh pihak.
“Harapannya, ke depan pihak sekolah dapat lebih responsif dan aktif terhadap informasi seperti dalam memfasilitasi seragam sekolah ini, sehingga tidak ada multitafsir,” ujarnya.
Diketahui, paket seragam pelajar SMAN 1 Gending, Kabupaten Probolinggo, yang dipatok Rp 1,6 juta menjadi perhatian banyak pihak.
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo juga langsung turun melakukan klarifikasi. Hasilnya, pihak sekolah memastikan tidak wajib.
Kepala SMAN 1 Gending Supriyadi menegaskan, pembelian seragam di sekolah bersifat sukarela dan tidak ada paksaan bagi peserta didik baru. Kebijakan ini juga sudah melalui prosedur rapat koordinasi dengan komite sekolah.
“Tidak ada kewajiban bagi murid baru untuk membeli seragam di koperasi sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, sejauh ini ada sejumlah siswa baru yang memilih tidak mengambil seragam dari koperasi sekolah.
Bahkan, ada 22 siswa yang tidak membeli sama sekali. Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan seragam gratis kepada 10 siswa baru. (mu/rud)
Editor : Muhammad Fahmi