Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ketika Pemadam Kebakaran Tak Lagi Sekadar Soal Api, Selama Mampu, Tidak Menolak Panggilan

Achmad Arianto • Minggu, 13 Juli 2025 | 17:00 WIB
Photo
Photo

UUD alias ujung-ujungnya damkar, kini menjadi ungkapan yang tak asing bagi masyarakat. Sebuah istilah yang menggambarkan betapa luasnya cakupan tugas yang kini dijalani Tim Pemadam Kebakaran (Damkar). Mereka tak lagi terbatas terhadap kobaran api, namun juga harus bersedia menangani perkara remeh-temeh.

Seberapa siaga Tim Damkar? Tanyakan kepada warga yang pernah memanggilnya hanya untuk memasang tabung gas, mengambil raport anak yang terjatuh di selokan, atau mengevakuasi kucing dari atap rumah. Bahkan, tak jarang diminta membuka pintu yang macet, mendorong motor mogok, atau membebaskan jari dari cincin yang tersangkut.

“Sebetulnya, tugas utama kami penanggulangan bencana nonalam dan penyelamatan. Tapi, penyelamatan yang menyangkut nyawa manusia, bukan perkara kecil-kecil seperti itu,” ujar Kabid Damkar Satpol PP Kota Probolinggo, Abdul Kholiq.

Namun, realitas di lapangan berkata lain. Masyarakat telanjur percaya; Damkar bisa segalanya. Ada semacam jaminan rasa aman yang melekat pada sosok petugas berbaju biru ini. Meski permintaan-permintaan tersebut tak masuk SOP resmi, Kholiq menegaskan, timnya tetap akan datang jika diminta.

“Ini bagian dari pelayanan sosial. Kalau ada warga butuh, kami tidak bisa menolak begitu saja. Selama kami mampu dan tidak mengganggu tugas utama, akan kami bantu,” katanya.

Berdasarkan Permendagri Nomor : 16/2020, Damkar, memiliki tugas utama. Yakni, pencegahan dan penanggulangan kebakaran, penanganan nonkebakaran seperti evakuasi korban bencana nonalam, dan penyelamatan jiwa manusia dalam kondisi darurat.

MACET: Tim Damkar Satpol PP Kota Probolinggo memperbaiki pintu harmonika yang tidak bisa menutup di Kelurahan/Kecamatan Mayangan pada 6 Maret 2025
MACET: Tim Damkar Satpol PP Kota Probolinggo memperbaiki pintu harmonika yang tidak bisa menutup di Kelurahan/Kecamatan Mayangan pada 6 Maret 2025

Mobil Damkar bahkan mendapat hak prioritas tertinggi di jalan. Sesuai Pasal 134 UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Mereka bisa melawan arus atau menerobos lampu merah saat bertugas, bahkan berada di atas ambulans dalam prioritas lalu lintas. Itu karena perannya yang vital dalam menyelamatkan nyawa.

“Tugas kami tidak hanya soal api. Kami bisa menyelamatkan orang yang terjebak di gedung tinggi, sumur, bahkan korban pohon tumbang atau bencana lainnya. Namun, kami tetap memprioritaskan hal-hal yang menyangkut keselamatan jiwa manusia,” tutur Kholiq.

Kabid Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non Kebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian mengatakan, ada beberapa tugas yang diemban Damkar. Mulai dari tugas pencegahan dan pemadaman kebakaran. Serta, tugas yang memiliki misi penyelamatan baik yang terkecil hingga beresiko besar.

“Pemadam kebakaran sejatinya memiliki fungsi yang strategis dan dianggap serba bisa. Tugas tersebut berkaitan dengan kebakaran dan non kebakaran,” katanya.

Mulai dari pencegahan dan pengendalian kebakaran. Pemadam kebakaran hadir sebelum terjadi kebakaran. Hal ini sangat penting untuk mengurangi risiko kebakaran. Tugas tersebut direalisasikan dengan berbagai tindakan.

Kemudian, pemadaman kebakaran. Tugas yang sudah tidak asing di telinga masyarakat. Petugas pemadam kebakaran memiliki kewajiban melaksnakan tugas secepat mungkin atau quick respon. Sejak menerima laporan atau aduan tentang terjadinya kebakaran. Datang kelokasi melakukan pemadaman secepat mungkin. Dengan tetap memperhatikan keselamatan petugas dan masyarakat disekitar kejadian. Upaya ini dilakukan sampai api dinyatakan padam.

“Dalam hal penanganan kami menerapkan prinsip quick respon. Telat sedikit, keselamatan dan nyawa orang yang menjadi taruhannya. Serta pantang pulang sebelum api padam,” jelasnya.

Inspektur Inspeksi TK. I Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo Danang Purwanto mengatakan, tugas lainnya yang dilakukan adalah penyelamatan (rescue). Tugas ini memiliki makna yang cukup luas. Sebab, berkaitan dengan penyelematan semua makhluk yang bernyawa. Namun prioritas utamanya penyelamatan jiwa manusia. Tetapi, tak jarang penyelamatan juga dilakukan pada hewan.

“Selain pemadaman petugas juga kerap mendapatkan laporan rescue. Ini juga bagian dari tugas pemadam kebakaran. Laporan yang masuk tetap kami berlakukan quick respon,” ujarnya.

Tugas pemadam memang tidak jauh dari hal-hal yang berkaitan dengan api dan penyelamatan jiwa. Tugas tersebut disaripatikan dalam bentuk panca dharma pemadam kebakaran. (gus/ar/rud)

BERTUGAS: Tim Damkar Satpol PP Kota Probolinggo membantu mengambil kunci mobil yang ada di jok di tempat parkir salah satu toko pakaian di Kota Probolinggo, Jumat (11/7)
BERTUGAS: Tim Damkar Satpol PP Kota Probolinggo membantu mengambil kunci mobil yang ada di jok di tempat parkir salah satu toko pakaian di Kota Probolinggo, Jumat (11/7)

Makin Dikenal Sejak Ada Call Center-FYP

REPUTASI Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Probolinggo, sebagai “pahlawan masyarakat” semakin kuat. Bukan hanya karena keberanian mereka menghadapi si jago merah, tetapi juga karena respons cepat terhadap berbagai permintaan bantuan dari masyarakat.

Mulai dari menyelamatkan hewan peliharaan, membantu memasang tabung gas, hingga menyemprot siswa saat kelulusan, semua dilayani tanpa ragu. Popularitasnya kian melejit sejak beroperasinya layanan Call Center 112, yang memungkinkan masyarakat mengakses bantuan secara cepat dan mudah.

Tradisi konvoi kelulusan siswa identik dengan aksi kebut-kebutan dan knalpot brong kini mulai surut. Damkar memberi warna baru dengan semprotan kebahagiaan. Sejumlah sekolah di Kota Probolinggo memilih merayakan kelulusan dengan menyurati Damkar agar siswa mereka disiram air dari fire truck. Hasilnya? Riuh tawa, guyuran air, dan kenangan yang tak terlupakan.

“Kami tidak mengenakan tarif sepeser pun. Ini murni sosial. Saya tegaskan ke anggota agar tidak minta bayaran. Kalau pun diberi nasi kotak, itu rezeki. Tapi tugas kami tetap tanpa pamrih,” tegasnya.

Petugas Tindak Internal Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Nurul Purwantoro menyebutkan, meski tugas-tugas sosial tersebut tak berpengaruh pada gaji, namun tetap dicatat dalam sistem e-kinerja. “Ini bagian dari pengabdian. Membantu warga adalah bentuk nyata keberadaan kami di tengah masyarakat. Itu yang membuat kami tetap semangat,” ujarnya.

Popularitas Damkar meningkat seiring dengan banyaknya video aksi mereka yang viral di media sosial. Konten-konten seperti penyelamatan kucing di atap rumah hingga aksi menyemprotkan air ke siswa yang merayakan kelulusan kerap masuk dalam deretan video yang fyp (for your page) di media sosial.

“FYP di medsos juga mempengaruhi. Warga jadi tahu Damkar bisa bantu ini-itu. Tapi tak masalah, kami senang bisa bermanfaat,” ujar Kabid Damkar Satpol PP Kota Probolinggo, Abdul Kholiq. (gus/rud)

MOGOK: Tim Damkar Satpol PP Kota Probolinggo membantu mobil mogok di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, pada 5 April 2025
MOGOK: Tim Damkar Satpol PP Kota Probolinggo membantu mobil mogok di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, pada 5 April 2025

Respon Cepat, Nilai Damkar Serba Bisa

SEIRING berjalannya waktu keberadaan pemadam kebakaran memiliki peran dan tugas cukup luas. Bukan sekedar melakukan penyelamatan atau evakuasi yang bersifat membahayakan keselamatan jiwa. Tetapi laporan sepele juga ditujukan kepada pemadam kebakaran.

Masyarakat mempercayakan pertolongan tersebut hingga akhirnya semua masalah ujung-ujungnya dilakukan oleh Damkar. Salah satunya Dina Putri, 35, warga Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, yang pernah meminta pertolongan Damkar untuk mengevakuasi tawon vespa di rumahnya.

Ia mengaku menghubungi Damkar, karena dianggap memiliki keahlian yang tidak dimiliki orang lain. Didukung peralatan khusus evakuasi tawon yang dimiliki, sehingga proses evakuasi tawon dapat dilakukan dengan aman tanpa menciderai petugas maupun penghuni rumah.

“Responnya cepat tidak banyak bertanya. Hanya bertanya alamat dan tawon yang akan dievakuasi disebelah mana. Beberapa menit kemudian petugas dengan mobil rescue langsung datang. Evakuasi yang dilakukan juga tidak dikenakan biaya alias gratis,” ucapnya.

Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non Kebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian mengatakan, tindakan non-kebakaran yang dikategorikan sepele, tetapi petugas pemadam kebakaran turut mengeksekusi. Petugas berkomitmen bahwa semua laporan yang masuk tetap diterima tanpa pilih-pilih.

Bukan berarti pemadam kebakaran tidak memiliki kesibukan lain, tetapi selain memperhatikan upaya penyelamatan. Misi dan rasa kemanusiaan tetap dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Meski terkesan sepele, hal yang berkenaan dengan penyelamatan, misi dan rasa kemanusiaan tetap kami lakukan. Namun tetap memperhatikan tupoksi,” ujarnya.

Pernyataan serupa disampaikan Dwi Safira, 23. Salah satu pegawai toko di Kelurahan/Kecamatan Mayangan. Suatu ketika pintu harmonika tokonya pernah terkendala. Tidak bisa ditutup. Akhirnya, dipanggillah Damkar.

“Kepikiran langsung ke Damkar, karena saya pikir Damkar bisa semuanya. Sebelumnya sudah kami coba sendiri, tapi tetap tidak bisa. Ya sudah panggil damkar saja,” katanya.

Meski demikian, saat urusan selesai, Safira mengatakan pihak toko hendak memberikan sejumlah uang kepada petugas. Namun, mereka menolak. “Tim Damkar tidak mau kami kasih uang. Mereka menolak. Memang murni membantu katanya,” ujar warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran ini.

Tak hanya Safira, seorang warga asal Bondowoso juga sangat berterima kasih kepada pihak damkar. Jumat (11/7), saat berkunjung ke salah satu toko pakaian di Kota Probolinggo, kunci mobilnya tak sengaja tertinggal di dalam mobil. Ia panggil Damkar.

“Kami mencari nomor kontak di google, alhamdulillah ada. Kami telpon dan Damkar datang ke toko tersebut untuk membantu kami. Syukur pintu mobil kami bisa dibuka. Kami hendak berterima kasih dengan memberi mereka uang, tapi mereka menolak. Memang jos mereka ini,” tutur Joni Candra, 42. (ar/gus/rud)

Editor : Ronald Fernando
#damkar #serba bisa