PROBOLINGGO, Radar Bromo - Puluhan warga Kampung Dok, Kelurahan/ Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, mendatangi kantor PT Kutai Timber Indonesia (KTI), Kamis siang (3/7). Mereka protes karena tidak lagi mendapat bantuan beras dan uang sampah.
Sebanyak 10 orang perwakilan warga kemudian melakukan audiensi dengan manajemen PT KTI.
Ahmad Taufiq, 38, salah satu perwakilan warga mengatakan, mereka memprotes pejabat perusahaan berinisial AB yang menjabat sebagai division head general affair atau penanggung jawab urusan dampak lingkungan perusahaan.
Menurut Taufiq, polemik muncul setelah AB melakukan verifikasi ulang terhadap penerima bantuan beras rutin dari perusahaan.
Sebelumnya, ada 272 warga RT 01 dan RT 02/RW 06 Kampung Dok yang menerima bantuan beras rutin. Setelah diverifikasi ulang oleh AB, jumlah penerima berkurang menjadi 238 orang.
“Verifikasi ini menimbulkan perdebatan. RT dan RW menghendaki tetap menggunakan data lama, sementara pihak perusahaan bertahan pada data hasil verifikasi. Akibatnya, distribusi beras untuk periode Juni terhambat dan hingga kini belum diberikan,” ungkap Taufiq.
Audiensi 10 perwakilan warga dan manajemen perusahaan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga menjelang Duhur.
Sementara puluhan warga lainnya menunggu di luar pagar perusahaan sambil membawa poster tuntutan. Sehingga, suasana di lokasi sempat terlihat seperti aksi demonstrasi.
“Kami hanya ingin mencari solusi. Tapi hingga audiensi selesai, belum ada keputusan atau kepastian,” ujarnya.
Selain soal bantuan beras, warga juga menyoroti kebijakan baru mengenai pengelolaan sampah.
Sebelumnya, PT KTI membayar dua orang petugas kebersihan yang setiap hari memungut sampah rumah tangga dari warga Kampung Dok.
Namun mulai Juli, perusahaan menghentikan bantuan itu dan mengganti dengan pembersihan instalasi filter utama drainase seminggu sekali.
“Sampah kan setiap hari ada. Dulu ada dua petugas yang mengambil sampah dari rumah ke rumah. Sekarang belum tahu kelanjutannya bagaimana,” ujar Yugo Sasmito, 50, yang juga merupakan warga Kampung Dok.
Menurut Minto (panggilan Yugo Sasmito), pembayaran petugas kebersihan untuk bulan Mei dan Juni sempat telat.
Namun belakangan telah diselesaikan oleh perusahaan. Hanya saja, ke depan tidak ada lagi bantuan dari perusahaan untuk petugas sampah tersebut.
Manajer PT KTI Mohamad Zubair mengatakan, pihaknya masih akan membicarakan dua isu tersebut dengan jajaran pimpinan perusahaan.
“Mohon maaf, masih kami bicarakan dengan atasan yang saat ini sedang tidak ada di tempat karena keluar kota,” tulisnya dalam pesan singkat. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi