SUKAPURA, Radar Bromo–Agenda wisata ke Bromo dua sekawan perempuan asal Mayangan, Kota Probolinggo berujung tragedi. Motor Beat yang mereka tumpangi alami rem blong, keduanya pun meninggal.
Kecelakaan maut itu terjadi di jalur Bromo, masuk Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (1/6).
Kedua korban sama-sama berasal dari Kelurahan/ Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Yaitu, Siti Aisyah, 38, dan Soviana, 27.
Sebelum kecelakaan, mereka berangkat Minggu (1/6) siang ke kawasan Gunung Bromo dengan berboncengan motor Honda Beat.
Tidak hanya berdua, mereka berangkat bersama empat temannya yang lain.
Menurut informasi di lapangan, keduanya datang ke Seruni Point sebelum kemudian kembali ke Kota Probolinggo.
Keduanya pulang lebih dulu sekitar pukul 18.00, sementara empat rekannya menyusul di belakang.
“Katanya korban pulang duluan, sedangkan yang lain di belakang. Temannya baru tahu kalau kedua korban kecelakaan saat melewati Ngadisari, tempat korban kecelakaan,” kata Ketua RW tempat korban tinggal, Karno Bas Sadana.
Jenazah korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo untuk divisum.
Kata Karno, jenazah dimakamkan malam itu juga setelah divisum.
“Langsung dimakamkan semalam setelah dari ruang jenazah rumah sakit,” terangnya.
Berdasarkan hasil olah TKP Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, kecelakaan diduga terjadi karena rem motor yang dikendarai kedua korban blong. Motor dikendarai oleh Aisyah yang membonceng Soviana.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama mengatakan, kedua korban mengendarai motor Honda Beat tanpa TNKB.
Sesampainya di Ngadisari, motor korban sulit dikendalikan diduga karena kehilangan fungsi rem.
Sedangkan kondisi jalanan menurun curam. Sepeda motor mereka kemudian menabrak tembok pagar rumah milik seorang warga setempat.
Begitu menabrak pagar, kedua korban terlempar ke badan jalan. Diduga karena kuatnya benturan, mereka mengalami luka parah.
Aisyah yang menyetir, mengalami patah tulang di sejumlah bagian. Mulai punggung, tulang rusuk, bahu kanan, lutut dan paha.
Soviana yang dibonceng mengalami luka parah di wajah dan kepala.
Dia mengalami luka di tiga bagian tubuhnya, yaitu tulang punggung, bahu kanan dan paha kiri. Juga sejumlah lecet.
“Untuk sementara dugaannya karena kehilangan fungsi rem. Selain itu korban juga tak menguasai medan jalan di daerah atas yang memang curam dan naik turun,” terang Aditya. (ran/hn)
Editor : Muhammad Fahmi