PEMERINTAH Desa (Pemdes) Sapih tak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti akses jalan. Tetapi juga menjalankan berbagai program pemberdayaan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Salah satu program unggulan BUMDes Sapih adalah layanan perkreditan kebutuhan rumah tangga.
Program ini memungkinkan warga memperoleh barang seperti tempat tidur, meja-kursi, kulkas, dan perabot lainnya secara kredit tanpa harus bepergian jauh ke kota.
“Program ini sudah berjalan sejak 2017 dan sangat membantu masyarakat. Jarak ke pusat perbelanjaan dari Desa Sapih sekitar 14 kilometer. Dengan adanya BUMDes, warga bisa memperoleh peralatan rumah tangga langsung dari desa tanpa perlu keluar ongkos transportasi,” jelas Sekretaris Desa Sapih, Tonawar.
Selain layanan perkreditan, BUMDes juga menangani pengelolaan air bersih di Dusun Tersono.
Pemdes telah memasang water meter (alat ukur air) di rumah-rumah warga agar distribusi air menjadi lebih merata dan efisien. Kini telah terpasang sekitar 120 water meter di Dusun Tersono.
“Sebelum dipasangi water meter, distribusi air tidak seimbang. Ada rumah yang menerima terlalu banyak hingga terbuang, sementara yang lain justru kekurangan. Dengan sistem meteran ini, penggunaan air jadi lebih terkendali dan adil,” tambah Tonawar.
Tak berhenti di sana, Desa Sapih juga tengah menyiapkan potensi baru di sektor pariwisata.
Pemdes berencana membuka dua titik wisata alam yang diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan asli desa (PAD) sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Salah satu lokasi wisata yang tengah digarap adalah Bukit Kembang, yang menawarkan pemandangan alam indah khas pedesaan.
Dari puncaknya, pengunjung bisa menyaksikan matahari terbit (sunrise), panorama Gunung Bromo, hingga lanskap Kota Probolinggo dari ketinggian.
“Kami ingin menjadikan pariwisata sebagai alternatif sumber penghasilan masyarakat. Jika hanya mengandalkan pertanian, ada kekhawatiran jangka panjang karena lahan bisa terus menyempit. Di sektor wisata, warga bisa membuka warung, menjadi pemandu lokal, atau menyewakan kendaraan,” ungkapnya.
Dengan beragam program yang dijalankan, Pemdes Sapih menunjukkan upaya serius dalam membangun desa secara menyeluruh—baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, hingga potensi pariwisata.
Harapannya, seluruh program ini dapat berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan warga.
Fokus Bangun Akses ke Pertanian
Pemerintah Desa (Pemdes) Sapih, Kecamatan Lumbang tengah memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Fokus utama tahun ini adalah pembangunan akses jalan berupa pavingisasi di empat dusun, demi mendukung aktivitas pertanian dan ekonomi warga.
Desa Sapih dihuni sekitar 635 kepala keluarga (KK) dan mayoritas bekerja sebagai petani hortikultura.
Wajar jika akses jalan yang memadai menjadi kebutuhan mendesak untuk memperlancar distribusi hasil panen maupun mobilitas menuju fasilitas umum.
Kepala Desa Sapih, Ngatiman, menjelaskan bahwa pavingisasi dilakukan di empat dusun. Rinciannya Dusun Sapih: 107 meter, lebar 3 meter; Dusun Pondok Terop: 65 meter, lebar 2,7 meter; Dusun Gunung Kukusan: 69 meter, lebar 2,5 meter; dan Dusun Pucaksari: 79 meter, lebar 2,5 meter.
“Jalan-jalan ini merupakan satu-satunya akses warga untuk mengangkut hasil panen, menuju fasilitas kesehatan, sekolah, maupun pasar. Sebelumnya masih berupa jalan makadam yang licin saat hujan dan berisiko membahayakan pengguna jalan,” terang Ngatiman saat ditemui Senin (19/5).
Ia menambahkan, pavingisasi dipilih karena dinilai lebih efektif dan tahan lama. Selain pengerjaannya cepat, paving juga mudah diperbaiki jika ada kerusakan.
Saat ini, progresnya pun sudah mencapai 20 persen dan ditargetkan rampung dalam waktu sepekan ke depan.
“Kalau aspal atau cor rusak, penambalannya sering tidak sempurna dan gampang rusak lagi. Paving lebih praktis, bisa diganti per bagian,” jelasnya.
Tak hanya mengandalkan program pemerintah desa, partisipasi masyarakat Dusun Sapih juga layak diapresiasi. Mereka secara swadaya membangun jalan pertanian sepanjang 8,5 kilometer dengan lebar 1 meter, dari kondisi awal berupa jalan tanah.
“Hingga kini sudah terbangun sepanjang 3,5 kilometer. Warga mengerjakannya secara bertahap tiap tahun. Ini luar biasa dan sangat membantu kelancaran pengangkutan hasil panen,” puji Ngatiman.
Selain jalan, Pemdes Sapih juga akan melanjutkan program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) tahap kedua pada tahun ini. Tiga warga yang berasal dari Dusun Tersono dan Dusun Sapih telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.
“Kondisi rumah mereka memprihatinkan, dinding dari kayu lapuk dan atap bocor. Dengan program ini, kami berharap mereka bisa tinggal di rumah yang lebih layak, nyaman, dan sehat,” tutup Ngatiman. (gus/fun/*)
APBDES PEMERINTAH DESA SAPIH TAHUN ANGGARAN 2025
PENDAPATAN
Pendapatan Asli Desa: Rp 3.500.000,00
Pendapaatan Transfer: Rp 1.364.570.933,00
Pendapatan Lain-lain: Rp 0,00
JUMLAH PENDAPATAN: Rp 1.368.070.933,00
BELANJA
Belanja Pegawai: Rp 319.663.920,00
Belanja Barang dan Jasa: Rp 385.135.813,00
Belanja Modal: Rp 408.145.640,00
Belanja Tak Terduga: Rp 110.911.360,00
JUMLAH BELANJA: Rp 1.223.856.733,00
SURPLUS/(DEFISIT): Rp 144.214.200,00
PEMBIAYAAN
SILPA Tahun Sebelumnya: Rp 48.532.800,00
Penyertaan Modal Desa: Rp 192.747.000,00
PEMBIAYAAN NETTO: (Rp 144.214.200,00)
SISA LEBIH/(KURANG) PEMBIAYAAN ANGGARAN: Rp 0,00