Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mulai Waspada Musim Kemarau, di Probolinggo Diperkirakan Mulai Bulan Ini

Inayah Maharani • Kamis, 10 April 2025 | 14:55 WIB
Ilustrasi Kemarau
Ilustrasi Kemarau

PROBOLINGGO, Radar Bromo- Warga Probolinggo harus sudah mulai waspada menghadapi perubahan musim atau pancaroba. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memperkirakan awal musim kemarau untuk wilayah Jawa Timur bervariasi. Dimulai sejak Maret hingga Mei. Puncaknya mulai Juli-September.

Di Kota Probolinggo, awal kemarau diperkirakan akan dimulai bulan ini. Sedangkan, untuk Kabupaten Probolinggo, beragam. Setiap kecamatan berbeda.

Kecamatan Besuk, Dringu, Gending, Kraksaan, Krejengan, Pajarakan, dan Sumberasih, diperkirakan kemarau mulai awal April. Pertengahan April, diperkirakan terjadi di Kecamatan Kotaanyar, Paiton, dan Pakuniran.

Pada akhir April, kemarau akan berlanjut ke Kecamatan Tongas. Mei awal, berlanjut ke Kecamatan Bantaran, Kuripan, Lumbang, Sukapura, Wonomerto, Banyuanyar, Gading, Krucil, Leces, Maron, Tegalsiwalan, dan Tiris. Pertengahan Mei, mulai merambah Kecamatan Sumber.

Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo Oemar Sjarief mengaku terus mengikuti kajian perkiraan musim yang dilakukan BMKG.

“Kami patokannya memang BMKG. Diperkirakan mulai bulan ini sudah mulai kemarau. Tapi, bukan berarti tidak hujan, namun persentasenya mulai turun,” katanya.

Oemar mengatakan, wilayah-wilayah bagian atas, seperti Sukapura, Sumber, Lumbang, Tiris, dan Krucil saat ini masih sering hujan. Berbeda dengan wilayah dataran rendah yang mulai jarang hujan. Bahkan, cuacanya jauh lebih panas.

“Untuk hari ini saja, di atas itu hujan, sedangkan di bawah panas. Untuk daerah atas memang diperkirakan mengalami kemarau yang lebih terlambat dibanding darah bawah,” jelasnya.

Oemar mengimbau masyarakat selalu waspada. Karena cuaca tidak menentu. Bisa saja meleset dari perkiraan.

“Ini kan perkiraan berdasarkan kajian ilmiah, tapi bisa saja nanti mundur jadwalnya, sehingga perlu berhati-hati terlebih sudah masuk pancaroba,” ujarnya. (mg/rud)

Editor : Ronald Fernando
#cuaca #kekeringan #Waspada #kemarau