PROBOLINGGO, Radar Bromo - Tahun baru Cina atau Imlek bakal segera tiba. Menjelang pergantian tahun, sejumlah umat Tionghoa menggelar ritual pembersihan di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sumber Naga Kota Probolinggo.
Aktivitas itu terlihat sejak Kamis (23/1) pagi. Patung dewa-dewi yang jumlahnya puluhan, dibersihkan.
Ketua II TITD Sumber Naga, Erfan Sutjianto mengatakan, ritual pembersihan meliputi pembersihan rupang dewa, altar, hingga ruangan para dewa.
Erfan bilang, proses pembersihan ini bisa memakan waktu seminggu.
“Tapi biasanya tiga hari sudah selesai. Nah, selama kegiatan ini para umat tidak dapat beribadah di klenteng karena dewanya sedang diturunkan semua dari altar,” ujarnya.
Erfan menyebut, ada sebanyak 32 rupang dewa-dewi yang dibersihkan. Bahkan beberapa jubahnya juga diganti.
Membersihkannya pakai air dengan cara disemprot dan dilap. Abu dupa di ruang altar juga dibersihkan dengan cara diayak.
Erfan menjelaskan bahwa proses pembersihan rupang dewa dimulai dengan menurunkan patung dari altar.
“Lalu patung dibersihkan dari debu dan dicuci menggunakan sabun. Terakhir disiram air bunga dan di lap bersih,” beber Erfan.
“Kalau sudah begitu, patung tidak boleh dipegang-pegang lagi atau harus ulang dari awal. Termasuk tidak boleh kena air hujan,” terangnya.
Erfan mengatakan bahwa filosofi pembersihan rupang dewa ini adalah membersihkan pikiran manusia dari keburukan atau kilesa.
“Seperti contohnya iri dengki, emosi, dan sifat-sifat buruk lainnya,” katanya.
Sementara itu Tetua TITD Sumber Naga Kota Probolinggo, Teddy, 58, menambahkan, di Imlek tahun ini ia berharap kebaikan untuk Bangsa Indonesia. Terutama Kota Probolinggo.
Dia berdoa untuk kesejahteraan diri dan keluarganya. “Semoga sejahtera, sehat selalu, makin baik, banyak rezeki,” katanya. (gus/fun)
Editor : Abdul Wahid