KADEMANGAN, Radar Bromo – Pembangunan jembatan dan gerai UMKM Kota Probolinggo di depan Terminal Bayuangga Kota Probolinggo, terus dikebut. Dua proyek dengan anggaran hampir Rp 4 miliar ini ditargetkan rampung akhir Desember 2024.
Kini progres pengerjaannya sudah 90 persen.
Proyek di depan Terminal Bayuangga ini ada dua kegiatan. Pertama, pembangunan rest area dan gerai UMKM.
Kedua, pembangunan jembatan menuju rest area. Masing-masing mendapatkan pagu angaran sekitar Rp 2 miliar.
“Pembangunan rest area dan gerai UMKM itu harus dibangun dua jembatan precast juga. Masing-masing jembatan dengan lebar sekitar 8 meter dan panjang 9 meter. Karena belum ada jalan menuju lahan aset Pemkot itu, sehingga tahun ini ada pembangunan rest area-gerai UMKM dan pembangunan jembatan,” Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Setiorini Sayekti.
Rini mengatakan, sejauh ini progres pengerjaannya sesuai perencanaan. Pembangunan jembatannya sudah mencapai 90 persen lebih. Sedangkan, pembangunan rest area-gerai UMKM sudah 80 persen.
Waktu pengerjaan dua kegiatan ini sekitar 3 bulan dan ditarget rampung akhir bulan ini. “Kami optimistis pengerjaan jembatan dan gerai UMKM itu rampung tepat waktu,” ujarnya.
Awalnya, Pemkot berencana membangun gerai Pusat UMKM di halaman Terminal Bayuangga, Kota Probolinggo. Namun, tidak direalisasikan karena lahannya milik Kementerian Perhubungan. Bila tetap dibangun, nantinya akan tetap dikenakan biaya sewa atau retribusi.
Karena itu, Pemkot mengalihkan pembangunannya ke lahan aset sendiri di sisi barat Jalan Raya Bromo, Kecamatan Kademangan.
Namun, untuk menuju tanah aset ini, harus dibangun jembatan sebagai akses langsung menuju rest area dan gerai UMKM. Kini, dua proyek ini terus dikebut. (mas/rud)
Editor : Ronald Fernando