Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pipa Bawah Laut Tersangkut Jangkar, Warga Gili-Probolinggo Krisis Air Bersih

Inneke Agustin • Rabu, 27 November 2024 | 13:00 WIB
MATI: Aliran air bersih ke Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, terhenti total sejak Jumat (22/11). Pipa bawah laut Perumdam tersangkut jangkar kapal nelayan.
MATI: Aliran air bersih ke Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, terhenti total sejak Jumat (22/11). Pipa bawah laut Perumdam tersangkut jangkar kapal nelayan.

PROBOLINGGO, Radar Bromo- Aliran air bersih ke Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, terhenti total sejak Jumat (22/11) malam. Penyebabnya, pipa bawah laut yang menjadi jalur distribusi air bersih, tersangkut jangkar kapal nelayan. Satu-satunya pipa distribusi air ini pun rusak parah.

Salah seorang warga Desa Gili Ketapang, Salehuddin, 50, mengatakan, putusnya pipa bawah laut membuat seluruh aliran air bersih ke desanya mati total. “Kini warga mengandalkan air bersih yang biasanya disalurkan menggunakan tangki di Pelabuhan Tanjung Tembaga,” ujarnya.

Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo Hari Supriyanto mengatakan, pipa bawah laut yang membentang antara Pulau Gili Ketapang dan Pantai Bandaran, Kecamatan Dringu, rusak. Pipa sepanjang 2.000 meter itu terseret hingga 900 meter akibat tersangkut jangkar nelayan.

“Akibatnya, bagian utara pipa patah, sementara bagian selatan menekuk. Ini menyebabkan gangguan total pada distribusi air bersih ke 2.033 sambungan rumah (SR) di Pulau Gili,” jelasnya.

Hari mengatakan, pihaknya sudah mengecek lokasi kerusakan. Namun, perbaikan baru dapat dimulai setelah pipa HDPE 8” yang dipesan tiba Kamis (28/11).

“Perbaikan akan dimulai dengan proses pemotongan pipa, Sabtu (30/11). Kemudian, penyambungan dilakukan keesokan harinya. Kami estimasikan selesai pada Minggu (1/12). Dengan catatan cuaca di atas maupun di bawah laut mendukung. Sebab, faktor keselamatan penyelam juga menjadi prioritas utama kami," jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air warga Desa Gili, Perumdam setiap hari menyuplai satu tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo juga turut memberikan bantuan berupa dua tandon air berkapasitas 1.200 liter.

“Sementara untuk suplai air bersihnya, kami masih berkoordinasi dengan kepala desa untuk menentukan metode distribusinya. Apakah menggunakan jeriken atau cara lain. Saat ini warga menggunakan air sumur untuk mandi, sementara air bersih dari PDAM diprioritaskan untuk konsumsi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief. (gus/rud)

Editor : Ronald Fernando
#nelayan #gili ketapang #air bersih #Sumberasih #probolinggo