Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Warga Pabean Dringu Minta PSHW Tertib, Tidak Ada Lagi Bentrok, Sarankan Tempat Latihan Pindah

Inneke Agustin • Sabtu, 2 November 2024 | 19:22 WIB
Salah satu perwakilan perguruan silat saat menandatangani ikrar damai.
Salah satu perwakilan perguruan silat saat menandatangani ikrar damai.

PROBOLINGGO, Radar Bromo–Keberadaan dan rutinitas latihan perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) atau Winongo di Desa Pabean, Dringu, Kabupaten Probolinggo, sempat dikeluhkan warga setempat.

Kades Pabean, Sulistiono mengatakan, warganya memang sempat menolak keberadaan PSHW yang menggelar latihan di Jalan Dusun Tambak Pesisir RT 4/RW 5, Pabean.

Sebab, latihan mereka kerap dinilai mengganggu jalan umum. Apalagi dengan adanya sejumlah kericuhan di tempat itu.

Namun, setelah mendapat arahan dari Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana, Sulis (panggilannya) akhirnya bisa menerima.

Kapolres menurutnya memberikan pengarahan setelah kegiatan ikrar kesepakatan dan komitmen damai perguruan silat se Kabupaten Proolinggo, Kamis (31/10).

“Warga kami memang sempat menolak kebedaraan PSHW di desa kami. Tapi katanya Bapak Kapolres, pencak silat itu adalah olahraga yang bisa memberikan manfaat positif,” tuturnya.

Setelah mendapat pengarahan itu menurut Sulis, pihaknya memutuskan PSHW tetap boleh menggelar latihan di Pabean.

Namun, syaratnya harus tertib. Selain itu, Sulis menyarankan tempat latihan dipindah.

 “Kami menyarankan latihan dipindah ke lapangan dekat SMA Negeri 1 Dringu. Tapi syaratnya harus ada izin resmi. Kalau ilegal, kami juga tidak mau,” tegas Sulis.

Ketua RW 05 Desa Pabean, Aan, 42, menambahkan, warga sebenarnya tidak keberatan dengan kehadiran PSHW.

Syaratnya, PSHW bisa menggelar latihan dengan lebih tertib dan aman. Sehingga, tidak menimbulkan keresahan.

"Mereka biasanya latihan di jalan yang merupakan fasilitas umum. Warga sebenarnya tidak masalah. Sebab, anggota PSHW biasanya minggir saat ada orang lewat. Tapi setelah bentrok itu, warga jadi khawatir," ujarnya.

Karena itu, lokasi latihan PSHW menurutnya harus pindah ke tempat yang lebih aman, seperti lapangan.

Sehingga, tidak mengganggu fasilitas umum. Selain itu, ia menyarankan agar latihan PSHW tidak terlalu malam. Maksimal selesai jam 22.00.

“Jadi mungkin bisa diperjelas jam latihannya, misalnya setelah Magrib harus selesai. Kalau selesai, ya jangan nongkrong sampai larut malam. Masyarakat jadi takut bila terjadi hal serupa, seperti insiden Minggu lalu,” jelas Aan.

Ketua PSHW Cabang Probolinggo Edwin Wijayanto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih perlu berkoordinasi dengan Pemdes Pabean terkait lokasi latihan.

Menurut Edwin, jarak lapangan yang ditawarkan cukup jauh dari sekretariat. Sehingga akan menyulitkan pengawasan.

“Kami harus melakukan pengawasan ekstra kalau latihan dipindah ke sana. Mulai pengawasan untuk anggota, hingga kendaraan. Jadi kami masih akan koordinasi lagi agar latihan tetap bisa di dekat sekretariat. Karena ada lahan kosong di dekatnya,” ungkap Edwin.

Edwin menyampaikan, latihan PSHW sebenarnya sudah diatur. PSHW rutin berlatih pada hari Selasa dan Jumat.

Sesi sore untuk latihan fisik dan malam hari untuk siraman rohani. Selain itu, anggota PSHW sering berkumpul di sekretariat pada Sabtu malam.

“Daripada berkeliaran, lebih baik mereka nongkrong di sini. Sebab, lebih bisa dipantau dan kegiatannya positif. Kami juga selalu berkomunikasi dengan orang tua anggota bila mereka hendak pulang larut,” jelasnya.

Edwin pun berjanji tidak akan ada bentrokan lagi, seperti insiden sebelumnya. Dia juga berjanji akan berkomunikasi lebih lanjut dengan pemerintah desa untuk mencegah hal serupa.

“Kalau sampai terjadi lagi (bentrok, red), tentu akan ada sanksi nantinya,” tambah Edwin pada radarbromo.jawapos,com.

Sementara Humas Polres Probolinggo, Iptu Merdhania Pravita Shanty menegaskan, kepolisian akan terus memantau kegiatan pencak silat di wilayah hukumnya.

“Polres Probolinggo akan tetap memantau kegiatan mereka dan meminta jadwal latihan dari setiap perguruan. Jika terjadi pelanggaran hukum, kami akan memproses sesuai aturan,” pungkasnya. (gus/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#Pabean #perguruan silat #tawuran perguruan silat #dringu #PSHW #probolinggo #pencak silat