Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Batasi Pembelian Beras dalam Pasar Murah di Kecamatan Bantaran-Probolinggo

Arif Mashudi • Rabu, 23 Oktober 2024 | 15:25 WIB
LEBIH MURAH: Sejumlah warga berburu sembako murah di Pasar Murah, Kecamatan Bantaran, Selasa (22/10).
LEBIH MURAH: Sejumlah warga berburu sembako murah di Pasar Murah, Kecamatan Bantaran, Selasa (22/10).

BANTARAN, Radar Bromo - Pemkab Probolinggo terus berupaya menekan laju inflasi.

Salah satunya dengan menggelar Pasar Murah. Selasa (22/10), digelar di Kantor Kecamatan Bantaran.

Adanya pasar murah ini mendapatkan sambutan baik dari masyarakat.

Banyak di antara mereka yang berburu sembako murah. Terutama beras. Namun, pembelian beras dibatasi.

Dalam kegiatan ini, Pemkab menjual beras SPHP seharga Rp 56.250 per 5 kilogram dan telur Rp 22 ribu per kilogram.

Ada juga bahan pokok lainnya. Masyarakat yang datang untuk membeli sembako di pasar murah ini harus membawa KTP.

Setiap KTP dibatasi maksimal 2 sak atau 10 kilogram beras. Sedangkan, sembako lainnya tidak dibatasi.

Salah seorang warga Desa Besuk, Kecamatan Bantaran, Diah, 42, mengaku sengaja datang ke kantor kecamatan untuk mendapatkan sembako murah.

Dibanding harga jual di luaran, katanya, harganya memang beda. Ia pun membeli dua sak beras dan telur.

“Selisih untuk harga beras dan bahan pokok lainnya. Selesih sampai Rp 5 ribuan untuk beras. Begitu juga telur, harganya lebih murah sini. Kami berharap pasar murah ini lebih sering diadakan,” harapnya.

Sementara itu, Camat Bantaran Junaedi mengatakan, pasar murah digelar sebagai bentuk proteksi mengendalikan inflasi.

Dengan pasar murah, dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Respons masyarakat juga sangat baik.

“Harga di pasar murah ini memang lebih murah. Pasar murah diadakan selama dua hari. Mulai hari ini dan besok,” ujarnya, Selasa (22/10). (mas/rud)

Editor : Ronald Fernando
#pasar murah #pemkab #inflasi #probolinggo