PROBOLINGGO, Radar Bromo- Antusiasme warga Probolinggo menonton pertandingan sepak bola antara Timnas Indonesia dengan Uzbekistan di Semifinal Piala Asia U-23, sangat tinggi. Salah satunya tampak dari tempat-tempat nonton bareng (nobar) yang begitu menjamur, Senin (29/4) malam.
Tak hanya di instansi-instansi pemerintah, seperti di halaman kantor Pemkot Probolinggo, Pendapa Kantor Kecamatan Mayangan, dan lapangan Polres Probolinggo. Sejumlah kafe, pesantren, dan rumah-rumah warga banyak yang menggelarnya. Di Kabupaten Probolinggo, juga demikian.
Setiap tempat, penontonya juga membeludak. Terutama di tempat nobar yang diselenggarakan instansi pemerintah. Tak hanya duduk manis, para supporter bergemuruh memberikan dukungan. Banyak juga yang mengenakan slayer Indonesia, membawa bendera merah putih, bahkan alat musik drum.
Di halaman Pemkot Probolinggo, disediakan dua unit videotron. Masing-masing berukuran 4 kali 7 meter (di bagian dalam halaman) dan di area luar berukuran 3 kali 5 meter.
Pj Wali Kota Probolinggo Nurkholis juga hadir. Menurutnya, Pemkot telah memiliki rencana menggelar nobar ini sebagai bentuk dukungan terhadap Timnas. Bahkan, ia membagikan sejumlah door prize bagi penonton yang dapat menjawab pertanyaan seputar pertandingan.
“Sementara terkait izin sudah kami urus kepada pihak pemegang lisensi hak siar. Namun, terakhir karena mungkin banyak desakan dari masyarakat seluruh Indonesia, akhirnya digratiskan,” katanya.
Sayangnya, harapan para suporter Timnas pupus, karena Indonesia kalah 2-0 dari Uzbekistan. Gol pertama tercipta pada babak kedua menit ke-68 melalui tendangan Husain Norchaev. Sementara gol kedua merupakan gol bunuh diri dari Pratama Arhan di menit ke-86.
Karena perjuangan sudah maksimal hingga babak semifinal, sejumlah warga berharap Timnas bisa menang dalam perebutan juara III. Agar bisa lolos menuju Olimpiade Paris 2024.
“Pemain Timnas Indonesia sudah luar biasa. Mereka sudah maksimal berjuang hingga sampai babak semifinal. Indonesia masih berkesempatan untuk lolos menuju Olimpiade Paris 2024,” ujar salah seorang warga Kanigaran, Kota Probolinggo, Sandi, 27. (gus/mas/rud)
Editor : Ronald Fernando