KADEMANGAN, Radar Bromo- Traffic light di Perempatan Laweyan, Probolinggo, mati sejak Minggu (14/4). Akibatnya, arus lalu lintas di perempatan ini semrawut. Namun, kamera Electronic Traffic Law Enforcemen (ETLE) di simpang empat ini dipastikan tetap menyala.
Salah seorang warga sekitar, Hartini, 48, mengatakan, traffic light ini sudah tidak berfungsi sejak dua hari lalu. Dampaknya, kendaraan yang melintas tidak beraturan saat hendak menyeberang. “Meski tidak ada kecelakaan, tapi kendaraan di perempatan sering hampir tabrakan,” katanya.
Karena masih dalam suasana arus balik Lebaran, pengendara yang melintas di perempatan ini cukup padat. Selain itu, banyak kendaraan yang melaju dengan kencang, terutama sepeda motor.
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo Deddy Ariawan mengaku, sudah mengetahui jika traffic light ini padam. Namun, tidak bisa langsung memperbaikinya karena traffic light ini milik Dishub Provinsi Jawa Timur.
Ia mengaku masih akan berkoordinasi dengan Dishub Provinsi Jawa Timur. Jika diizinkan untuk diperbaiki, maka akan segera dilakukan. “Kemungkinan penyebab matinya karena mengalami trip atau jeglek saja. Besok (17/4) akan kami survei untuk mengetahui kepastian penyebab matinya traffic light,” kata Deddy.
Terpisah, Kastalantas Kota Probolinggo AKP Tommi Hermanto memastikan, kamera ETLE di Perempatan Laweyan tidak terdampak dengan matinya traffic light. Masih normal. Karena itu, pengendara yang melintas di jalan ini tetap akan terekam.
Namun, kata Tommi, pelanggar yang terekam kamera e-tilang ini tidak semuanya akan ditindak. Terutama yang terdampak matinya traffic light. “Yang jelas capture-nya bukan dari pelanggaran traffic light, namun dalam hal lain,” ujarnya. (mg2/rud)
Editor : Ronald Fernando