TONGAS, Radar Bromo - Banyaknya sapi mati di Dusun Pilangkacir, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, menjadi atensi bagi Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo.
Diperta pun melakukan vaksinasi ternak dengan menggelar Posyandu Ternak, Kamis (7/3) di Tongas.
Posyandu ternak ini dilakukan di sejumlah titik. Termasuk di Desa Tanjungrejo yang ternak warganya banyak mati.
Di Desa Tanjungrejo ini, ada empat dusun yang jadi sasaran vaksinasi. Antara lain di Dusun Mrico, Pilangkacir, Sumuran, dan Bulak.
“Hasilnya terdapat 219 ekor sapi yang berhasil divaksin di Desa Tanjungrejo,” terang Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto.
Rinciannya yaitu di Dusun Mrico sebanyak 44 ekor sapi divaksin dan di Dusun Pilangkacir sebanyak 56 ekor sapi divaksin.
Lalu di Dusun Sumuran ada 49 ekor sapi divaksin, dan di Dusun Bulak sebanyak 70 ekor sapi divaksin.
Selain di Desa Tanjungrejo, vaksinasi juga dilakukan di Desa Klampok. Ada tiga dusun yang jadi sasaran vaksinasi.Yaitu, di Dusun Krajan Lor 1, Krajan Lor 2, dan Krajan Kidul.
“Jumlah total di Desa Klampok ada 160 ekor sapi yang berhasil divaksinasi. Sebanyak 71 ekor di Dusun Krajan Lor 1, lalu 42 ekor di Dusun Krajan Lor 2, dan 47 ekor di Dusun Krajan Kidul,” lanjut Nikolas.
Bila setelah divaksinasi masih ada sapi yang sakit atau hendak divaksin, menurutnya, masyarakat diminta segera menghubungi petugas Disperta Kabupaten Probolinggo.
“Sebab, memang sudah tugas kami untuk memberikan pelayanan kesehatan hewan pada warga,” katanya.
Terpisah, Kepala Dusun Pilangkacir Buradianto mengatakan, di dusunnya terdapat total 14 sapi yang mati mendadak. Terakhir yaitu seekor sapi milik Rohim, 32, warga RT 22/RW 05.
Sapi milik Rohim itu mati Jumat (1/3). Akibatnya, warga tersebut menderita kerugian sekitar Rp 17 juta.
“Alhamdulillah masyarakat masih sadar pentingnya vaksin untuk sapi-sapi mereka. Harapannya, ke depan tidak ada sapi yang mati lagi, kasihan pemiliknya. Sebab, dampaknya juga terhadap harga sapi bisa turun drastis bila dijual,” kata Buradianto. (gus/hn)
Editor : Ronald Fernando