SUMBERASIH, Radar Bromo- Pemerintah Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, tak mau menunggu lama mengatasi dampak banjir. Tembok penahan tanah (TPT) yang rusak akibat banjir kiriman, langsung diperbaiki secara swadaya.
Kepala Desa Pesisir Rafi’i mengatakan, pemerintah desa bersama masyarakat bekerja sama memperbaiki TPT yang rusak. Anggaran yang digunakan mencapai Rp 4 juta.
Duit ini merupakan uang pribadi kepala desa dan sumbangan sejumlah warga. Tanpa mengajukan bantuan kepada pemerintah daerah.
“Anggaran dari saya sendiri dan juga ada warga yang membantu. Totalnya Rp 4 juta, bersih sama tukangnya,” ujarnya.
Rofi'i selaku kepala desa sekaligus pemilik sawah yang sempat digenangi air setelah banjir, antusias untuk memperbaikinya. Ia mengaku khawatir akan ada banjir susulan dan kembali meluap ke lahan pertanian. Apalagi, kini sawan di samping TPT ini akan segera ditanami padi atau bawang.
Ia mengaku sengaja tak meminta bantuan pemerintah daerah karena merasa mampu untuk menanganinya sendiri. Kebutuhan anggarannya tidak terlalu besar. Pengerjaannya pun rampung dalam waktu tiga hari. Digarap sejak Kamis-Sabtu (11-13/1).
Selain memperbaiki TPT, Rofi’i mengaku juga mengantisipasi adanya banjir susulan. Salah satunya dengan mengeruk pasir di Sungai Pesisir. Agar aliran air semakin lancar.
“Pengerukan dilakukan oleh masyarakat menggunakan alat seadanya,” katanya.
Diketahui, sebuah TPT di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, rusak setelah diterjang banjir kiriman. Luapan air dari Sungai Pesisir itu merusak TPT sepanjang sekitar 5 meter. Dampaknya, air masuk ke lahan persawahan warga di sekitar TPT.
Selain masuk areal pertanian, air juga menggenangi jalan desa di pinggir Sungai Pesisir. Bahkan, sampai kemarin jalan ini masih kurang nyaman dilintasi. Masih ada sisa-sisa material banjir yang membuat jalan becek. Terlebih ketika usai hujan. (mg2/rud)
Editor : Ronald Fernando