Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pos Simpang Empat Randu Pangger Terkendala Lahan

Arif Mashudi • Jumat, 24 November 2023 | 17:20 WIB
PADAT: Kondisi lalu lintas di simpang empat Randupangger saat siang hari.
PADAT: Kondisi lalu lintas di simpang empat Randupangger saat siang hari.

MAYANGAN, Radar Bromo - Keberadaan pos penjagaan di Simpang Empat Randupangger, Kota Probolinggo, sangat dibutuhkan.

Tujuannya, untuk menghalau kendaraan bertonase tinggi masuk jalur tengah kota. Namun, rencana Pemkot Probolinggo membangun pos persimpangan ini terkendala lahan.

Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengatakan, selama ini masih sering ditemui kendaraan bertonase tinggi masuk jalan tengah kota.

Terutama bus. Hal ini sangat membahayakan masyarakat. Terutama pada saat jam-jam sibuk.

Ia mengaku sudah sering menyampaikan, termasuk dalam rapat pembahasan Rancangan APBD 2024, soal pentingnya pos penjagaan di Simpang Randupangger.

“Kami minta dan dorong adanya pos penjagaan di Simpang Empat Randupangger. Karena pos pengganti di dekat terminal lama di Kelurahan Jati, tidak efektif,” katanya, Kamis (23/11).

Sayangnya, kata Muchlas, pembangunan pos di Randupangger belum bisa direalisasikan karena terkendala lahan.

“Sempat kami usulkan dibangun pos penjagaan di sekitar menara air Randupangger. Ternyata, di lokasi itu tidak dapat dibangun karena ada fondasi menara. Khawatir berpengaruh,” jelasnya.

Kabid Pengembangan Transportasi Dishub Kota Probolinggo Deddy Ariawan mengatakan, belum ada rencana pengaktifkan kembali Pos Randupangger. Kini, pemantauan di Randupangger bersifat insidental. Hanya pada waktu-waktu tertentu.

“Saat ini belum menemukan lahan di Persimpangan Empat Randupangger, yang dapat dibangun Pos Terpadu Penjagaan,” bebernya.

“Karena di kawasan menara air itu masuk cagar budaya. Tidak dapat diperuntukan lainnya,” ujarnya. (mas/rud)

Editor : Ronald Fernando
#Pos Randupangger #lalu lintas kota probolinggo