KANIGARAN, Radar Bromo - Momen pengkhianatan G30S/PKI harus diketahui pemuda Indonesia. Agar sejarah kelam tentang kebrutalan mereka tidak kembali terulang. Kisah mereka harus terus diceritakan.
Hal ini terungkap dalam Forum Diskusi dan Bincang Publik gelaran MUI Kota Probolinggo, Sabtu (30/9) malam. Kegiatan yang digelar bersama sejumlah perwakilan ormas di Kota Probolinggo ini berlangsung selama empat jam.
Diskusi dimulai dengan menyaksikan film dokumenter tentang G30S/PKI selama satu jam di lantai dua angkringan Cak Alfin, Kota Probolinggo. Selanjutnya, pemateri memberikan pandangannya tentang PKI.
Sekretaris Umum MUI Kota Probolinggo Muhammad Dawam mengatakan, PKI dalam sejarahnya melakukan kebrutalan sebanyak dua kali. Yakni, pada 1948, Gubernur Jatim Ario Soerjo menjadi korban. Ario tewas dengan digergaji PKI. Dua pengawal pribadinya dari kepolisian juga dibunuh.
Lalu pada 1965. Saat itu, sejumlah petinggi TNI AD diculik dan disiksa sebelumnya akhirnya dibunuh. Mayat mereka dibuang ke lubang buaya. “Saat melakukan aksinya, PKI selalu melakukannya dengan keji. Cerita kekejian mereka harus diketahui pemuda saat ini," katanya.
Ketua KPU Kota Probolinggo Ahmad Hudri menambahkan, ideologi PKI sangat berbahaya. Namun, ideologi ini sangat cepat dikenal masyarakat. Buktinya, banyak orang tidak hafal partai yang ikut pemilu tahun ini. Namun, mereka tahu apa itu PKI. “Mereka sukses memperkenalkan ideologi mereka. Sama sepeti Yahudi dengan paham zionisnya, sehingga mengenali PKI itu sangat penting,” ujarnya.
Ketua MUI Kota Probolinggo K.H. Nizar Irsyad mengatakan, G30S/PKI harus terus dikenalkan kepada setiap generasi. Agar paham ini tidak kembali tumbuh. Karena sangat berbahaya. Ideologinya berseberangan dengan Pancasila dan agama. (riz/rud)
Editor : Jawanto Arifin