Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

John Fitnes Siapkan Atlet Kejurprov-Open Body Contest Tingkat Nasional

Evelyn Ridhayanti • Senin, 21 Agustus 2023 | 17:24 WIB

 

KOMPAK: Johan (tengah berkalung segebok medali) didampingi sang Istri, Yuni Susilowati dan atlit Binaraga dan Body Contest sekaligus para pengurus John Fitnes, foto dengan beberapa penghargaan yang di
KOMPAK: Johan (tengah berkalung segebok medali) didampingi sang Istri, Yuni Susilowati dan atlit Binaraga dan Body Contest sekaligus para pengurus John Fitnes, foto dengan beberapa penghargaan yang di
 

 

KEGIATAN olahraga dan pembinaan atlet di Kabupaten Probolinggo perlu ditingkatkan. Sejatinya, Probolinggo gudangnya atlet yang punya banyak prestasi. Termasuk atlet binaraga.

Johan, atlet Binaraga dan Body Contest berprestasi dari Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, mengatakan, meski sering berhasil mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional, ada kendala yang menjadi tantangan. Mulai dari persiapan fisik hingga transport, masih harus merogoh kocek dari kantong pribadi.

Didampingi atlet sekaligus para pengurus John Fitnes, Johan menceritakan, perjuangan selama ini agar bisa terus maju hingga diraihnya beragam prestasi beberapa tahun terakhir. “Beruntung saya dan teman-teman atlet saling support dan kompak. Para pengurus di sini sampai ikut urunan agar bisa maju dan membawa nama harum daerah,” katanya.

Banyak prestasi yang telah diraih. Di antaranya, dari ajang Ultimate Body Contest (UPC) di Balekambang, Kabupaten Malang, Johan masuk final 10 besar. Tahun 2021, Johan berhasil menyabet medali perak dalam ajang Kejurprov untuk Contest Binaraga. Lalu, Agustus 2022, Juara 3 Open Body Fitness Kelas Mens Sport Physique di NTB.

Yang terbaru, ajang Men’s Sport Kejuaraan Nasional yang digelar Maret lalu di Solo, Johan berhasil membawa dua penghargaan sekaligus. Yakni, medali perak untuk kategori Binaraga kelas 65 kilogram dan Juara 5 di Body Contest.

Optimisme Johan bisa mengikuti Pra-PON sebagai tiket agar dapat berlaga dalam PON XXI 2024 di Aceh-Sumatra Utara, kini kandas. Selain statusnya yang belum diakui pemerintah daerah, sehingga belum mendapat pembinaan maksimal, Johan belum bisa masuk dalam Pelatnas. Di sisi lain, pembinaan fisik kelas nasional butuh dana lumayan besar agar bisa intensif dan optimal.

Seperti biaya persiapan harian yang harus dikeluarkan masing-masing atlet binaraga mapun body contest. Karena untuk membentuk tubuh indah sekaligus membentuk masa otot ideal, atlet wajib menjaga asupan gizi, protein tinggi, dan diet. Modalnya tak main-main. Bisa sampai sekitar Rp 15 juta per bulan hanya untuk intensif persiapan kontes.

“Sebab, selain asupan buah dan sayur, paling tidak untuk sekelas saya harus mengonsumsi dada ayam sekitar 1,5 kilogram, vitamin, suplemen, hingga susu,” jelas Johan.

Sejauh ini, Johan rutin berlatih di John Fitnes miliknya. John Fitnes juga menjadi sarana untuk menelurkan atlet baru sekaligus melatihnya menjadi altet berprestasi.

“Kami (John Fitnes) sedang persiapan kompetisi Open Body Contest 2023 kelas pemula, menegah, dan sport di Jember, November mendatang. Target juara 1 pastinya,” tegas Johan.

Dalam ajang tersebut, Johan akan tampil bersama bersama enam rekannya. Di antaranya, Rusmin, Choirul Nindar, Sirojudin, Syafiudin, Abdul Jali, dan Noval. Khusus Kejurprov, ada Gufron yang siap tampil untuk Binaraga Kejurprov.

Kemarin (20/8), suasana John Fitnes, tampak ramai. Johan didampingi para pengurus John Fitnes. Ada Wakil Ketua Muhammad Gufron; Sekretaris I Suliyanto; Sekretaris II Maulana Malik; Bendahara I H. Joko Bawang; Bendahara II H. Holil Bawang; serta Bagian Peralatan Sirojudin dan Suwandi.

Johan berharap, pemangku kebijakan, khususnya pemerintah daerah dapat memberikan perhatian kepada atlet berprestasi di level nasional. Menurutnya, potensi perpindahan atlet menjadi sebuah keniscayaan. “Manakala di daerah sendiri kurang mendapat perhatian, tak jarang banyak yang berpindah ke daerah lain. Nah, yang begini ini, jangan sampai terjadi terjadi di Probolinggo,” ujarnya. (el/adv)

Editor : Ronald Fernando
#john fitnes #gym probolinggo