Jasad korban ditemukan Senin (19/6), sekitar pukul 07.30 oleh Waluyo, 44, pekerja di kolam tersebut. Kolam itu sendiri terletak tidak jauh dari rumah korban di Dusun Kacangan, Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.
Kapolsek Dringu Iptu Anshori menjelaskan, sebelum dilaporkan hilang, korban yang belum bersekolah sendirian di rumahya pada Minggu (18/6) sore. Orang tuanya sedang bekerja di sawah sebagai buruh tani. Sementara kakaknya, sedang mengaji.
Diduga karena sendirian di rumah, korban pun keluar untuk bermain. Di sinilah petaka bermula. Sampai pukul 17.00 atau menjelang magrib, korban belum juga pulang. Sementara saat itu, kakak dan orang tuanya sudah di rumah.
Karena khawatir, mereka pun mencari korban ke semua tetangga dan ke tempat korban biasa bermain. Namun, sampai pukul 22.00, korban tidak ketemu.
Keluarga korban pun makin panik. Orang tua korban yaitu At, 38 dan Jun, 41, lantas melapor ke Pemdes Dringu bahwa korban telah hilang.
"Orang tuanya melapor ke Pemdes Dringu. Lalu pihak desa melapor pada kami. Lalu mulai Minggu (18/6) malam, kami melakukan pencarian ke seluruh desa hingga dini hari," kata Kapolsek Dringu Iptu Anshori.
Meski begitu, pencarian itu tidak membuahkan hasil. Bahkan, hingga dini hari korban tidak kunjung ditemukan.
Baru Senin (19/6) pagi, korban dikabarkan ketemu. Adalah Waluyo, 44, warga desa setempat yang menemukan keberadaan korban.
Saat itu sekitar pukul 07.30, Waluyo berangkat menuju penampungan air di Dusun Kacangan untuk memasang mesin diesel. Dia bersiap turun ke kolam. Namun, niatnya diurungan karena tiba-tiba dia melihat ada tangan muncul di permukaan air.
Waluyo pun langsung melaporkan hal ini ke Pemdes dan Polsek Dringu. Begitu dapat laporan, pihak Polsek dan Pemdes langsung turun ke kolam untuk mengecek.
Evakuasi pun langsung dilakukan. Saat itulah diketahui, ternyata korban tenggelam di kolam setelah dinyatakan hilang sejak Minggu sore.
Kapolsek menyebut, kolam penampungan air ini dibangun sejak 1980 dengan kedalaman tiga meter. Tujuannya untuk mengaliri sawah di desa sekitar. Namun, karena Desa Watuwungkuk tidak kekurangan air, maka kolam penampungan ini tidak pernah difungsikan.
Belakangan, Desa Sekarkare, Kecamatan Dringu, sering kesulitan air. Terutama di musim kemarau. Karena itu, kolam penampungan rencananya akan difungsikan lagi.
Persiapan pun dilakukan. Salah satunya dengan memasang mesin diesel itu mengalirkan air dari kolam ke sawah. Waluyo yang saat itu ditugaskan memasang mesin diesel. Namun, dia malah menemukan tubuh korban mengambang di kolam tersebut.
Jasad korban sendiri langsung dibawa ke RS Wonolangan, Kecamatan Dringu, setelah dievakuasi. Otopsi luar pun dilakukan. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada bekas luka karena benda tumpul atau tajam pada tubuh korban. Karena itu, ada dugaan korban terpeleset dan jatuh ke kolam saat bermain di sekitar tempat itu. Setelah otopsi, hari itu juga korban dimakamkan di TPU setempat.
"Rencananya, kolam itu akan digunakan untuk mengaliri sawah di Sekarkare. Memang korban ini aktif anaknya. Dia sering main sendirian. Mungkin dia terpeleset ke sana dan jatuh. Kebetulan airnya dalam," jelas Kapolsek. (riz/hn) Editor : Muhammad Fahmi