Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo, Fitriawati menjelaskan, pasar memang dilengkapi dengan 20 CCTV. Tujuannya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pedagang maupun ataupun pembeli saat bertransaksi.
Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menambahkan, saat ini pasar tradisional tidak boleh kalah dengan pasar modern. Itulah mengapa, Pasar Randu Pangger dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Bahkan ada 20 CCTV di sana.
Rencananya, Pasar Randu Pangger juga akan dilengkapi dengan timbangan otomatis. Sehingga, semakin memudahkan transaksi perdagangan.
“Saya minta DKUPP agar semua timbangan dicek, label jujur harus diterapkan di pasar ini. Tolong dijaga supaya perekonomian juga meningkat. Mudah-mudahan sekarang lebih nyaman, terbuka, bersih dan dapat dimanfaatkan,” pesannya.
Kepala DKUPP Kota Probolinggo, Fitriawati menambahkan, revitalisasi Pasar Randu Pangger menggunakan DAK Kementerian Perdagangan sebesar Rp 2,8 miliar. Dalam proses tender, realisasinya sekitar Rp 2,14 miliar.
“Pengerjaan pembangunan pun sudah rampung sesuai target, tidak ada keterlambatan,” terangnya.
Sementara kapasitas gedung pasar berisi 52 buah kios, 119 meja los, empat buah kamar mandi dan satu gudang. Ada 125 pedagang yang menempati los dan 50 pedagang menempati bedak.
Meski ditempati 175 pedagang, sebenarnya gedung baru itu menurut Fitri (panggilannya) hanya bisa menampung 171 pedagang. Sementara jumlah pedagang ada 175 orang.
Beruntungnya, ada bedak yang dapat ditempati dua pedagang sekaligus. Sehingga, dapat dipastikan 175 pedagang itu tetap dapat berjualan di dalam gedung. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin