“Kecerdasan intelektual tidak menjadi paling utama. Paling utama adalah pengembangan karakter. Karena itu, kami ingin lulus SMPN 5 Kota Probolinggo, bisa hafal Alquran juz 30,” ujar Kepala SMPN 5 Kota Probolinggo, Subaidah.
SMPN 5 masuk salah satu nomine Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Award 2022. Sabtu (26/11), tim juri yang datang untuk melakukan penilaian tahap dua disambut meriah para siswa.
Banyak program unggulan yang diterapkan di SMPN 5. Mulai dari kelas olimpiade, program tahfiz Juz’ Amma, ekstra keterampilan membatik, sampai jurnalistik.
“Sebenarnya banyak program unggulan. Yang sudah lama itu adalah kelas olimpiade yang sudah langganan juara. Terbaru adalah tahfiz Juz Amma, dan membatik dengan tanah liat,” terangnya.
Untuk kelas olimpiade, kata Subaidah, pihak sekolah menggandeng Universitas Negeri Malang. Bekerja sama mengadakan pembimbingan intensif. Ternyata program kelas olimpiade ini menjadi daya minat luar biasa dari masyarakat. Bahkan, pada 2018 pernah masuk olimpiade tingkat nasional dan meraih medali perak. “Kami juga lengkapi program pengembangan karakter dengan tahfiz Juz Amma,” ujarnya.
Kini, SMPN 5 memiliki 691 siswa dengan 34 tenaga pendidik. Pihak sekolah selalu melibatkan masyarakat dalam hal ini wali murid (komite) dalam semua program sekolah. Karena itu, program yang direncanakan sekolah mendapatkan dukungan masyarakat. Sekolah juga membuka diri bagi masyarakat untuk menyampaikan program yang diharapkan untuk sekolah. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin