Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ungup-ungup Bakal Jadi Pusat Daur Ulang di Kota Probolinggo

Ronald Fernando • Sabtu, 18 Juni 2022 | 19:00 WIB
BAKAL DIKEMBANGKAN: TPS Ungup-ungup yang bakal dijadikan pusat daur ulang oleh Pemkot Probolinggo. (Fahrizal Firmani/ Radar Bromo)
BAKAL DIKEMBANGKAN: TPS Ungup-ungup yang bakal dijadikan pusat daur ulang oleh Pemkot Probolinggo. (Fahrizal Firmani/ Radar Bromo)
KANIGARAN, Radar Bromo -Pemkot Probolinggo bakal membangun pusat daur ulang (PDU) di Ungup-ungup, Jalan Gubernur Suryo, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran. PDU ini untuk mengelola sampah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis.

Pembangunan PDU senilai Rp 2,4 miliar dari APBD tahun 2022 ini memanfaatkan lahan tempat pembuangan sementara (TPS) Ungup-ungup. Saat ini prosesnya sudah masuk tahap lelang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Rahma Deta Antariksa menyebut, pembangunan PDU ini sudah diusulkan sejak tahun 2020. Namun, pembangunannya baru bisa terlaksana tahun ini.

Keberadaan PDU ini memang dibutuhkan. Tujuannya untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Bestari di Jalan Anggrek. Mengingat volume sampah di Kota Probolinggo setiap tahunnya terus meningkat.

“Sampah yang masih bisa diolah seperti sampah plastik, kertas, atau botol bekas itu tidak perlu dibawa ke TPA. Tapi, didaur ulang jadi barang ekonomis. Seperti genting atau paving. Hasilnya bisa masuk kas daerah,” ungkapnya.

Adapun Ungup-ungup dipilih, menurut Deta, karena kebetulan pemkot memiliki TPS di lokasi ini. Jika pembangunan PDU ini dilakukan di lokasi lain, tentunya butuh anggaran yang tidak sedikit. Sebab, harus pengadaan lahan dulu.

Memang, lokasinya merupakanan daerah padat penduduk. Namun, menurut Deta, TPS Ungup-ungup sudah ada sejak 15 tahun lalu.



“Jadi masak hanya karena permukiman di situ jadi padat, TPS-nya harus pindah. Justru PDU ini membantu warga agar sampah di TPS Ungup-ungup tidak terlalu banyak,” sebut Deta.

Sebagai solusi agar tidak berbau, DLH akan rutin melakukan penyemprotan saat PDU sudah terbangun. Selain itu, peran serta masyarakat juga diperlukan. Misalnya, warga turut memilah dan mengelola sampah.

 

Dukungan LPM

Rencana Pemkot membangun pusat daur ulang (PDU) di Ungup-ungup dapat dukungan positif dari lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) setempat. Mereka menyebut PDU bisa jadi solusi sampah di Kota Probolinggo.

Ketua LPM Kelurahan Kanigaran, Kota Probolinggo, Hery Sutanto mengatakan, pihaknya belum mengetahui rencana pembangunan PDU di Ungup-ungup. Namun, LPM mendukung positif rencana ini.

Apalagi, ia melihat sampah harian yang masuk di TPS Ungup-ungup tinggi. Dengan adanya PDU diharapkan sampah bisa berkurang. Apalagi, sampah yang tinggi di TPS juga menciptakan aroma yang tidak sedap.

Terkait lokasi PDU ini yang dibangun di dekat permukiman, itu tidak jadi soal. Yang terpenting, pembangunannya nanti tepat sasaran. Sehingga benar-benar bisa menjadi solusi sampah yang semakin tinggi.



“Kami mendukung wacana ini. Apalagi kami lihat sampah yang masuk TPS juga tinggi. Kalau didaur ulang, kan justru bagus. Jadi bisa mengurangi volume sampah di kota,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Riyanto mengaku, pihaknya belum mengetahui rencana pembangunan PDU di Ungup-ungup. Pihaknya akan mencoba mencari informasi tersebut pada DLH.

“Saya malah baru dengar rencana PDU itu. Terima kasih infonya. Kami coba koordinasikan dengan DLH dahulu,” sebut Sekretaris DPC PDIP Kota Probolinggo ini. (riz/hn) Editor : Ronald Fernando
#sampah probolinggo #sampah kota probolinggo