Plt Kepala Dinkes-P2KB Kota Probolinggo dr Nurul Hasanah Hidayati mengatakan, per Sabtu (9/4), kasus Covid-19 bertambah satu orang. Sehingga, total sejak munculnya pandemi ini ada 5.661 orang yang telah terkonfirmasi positif. Dari jumlah itu, 5.275 orang sembuh dan 382 orang meninggal.
Faktor utama Kota Probolinggo bisa turun level karena kasus positif harian terbilang rendah. Dalam sepekan terakhir, kasus positif harian berkisar empat sampai lima kasus. Bahkan, sering tidak ada tambahan kasus.
“Ini menunjukkan masyarakat semakin patuh pada protokoler kesehatan (prokes). Meski kegiatan sudah mulai dilakukan masyarakat, namun prokes tetap jalan,” ujarnya.
Meski Kota Probolinggo sudah turun level, dr. Ida tetap berharap masyarakat tidak lengah. Jika prokes tidak dilaksanakan dan menganggap enteng pandemi, tidak menutup kemungkinan kasus harian akan meningkat. Hal ini akan berdampak terhadap level PPKM.
“Namun, memang tantangan kami ini untuk menjadikan Kota Probolinggo menjadi level satu. Sebab, indikatornya adalah kesuksesan vaksinasi lansia. Saat ini, memang belum sesuai target,” ujarnya.
Sesuaikan Operasional Taman
Turunnya level PPKM Kota Probolinggo benar-benar menjadi kabar baik. Operasional sejumlah taman juga disesuaikan, sehingga masyarakat bisa lebih leluasa beraktivitas. Tetapi, mereka tetap diharuskan mematuhi protokol kesehatan (prokes).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Rahmadeta Antariksa mengatakan, pihaknya akan melakukan penyesuaian operasional taman. Terutama setelah level PPKM Kota Probolinggo dinyatakan turun ke dua.
“Kami akan melakukan penyesuaian. Sebelumnya beberapa taman kami batasi, karena Kota Probolinggo level tiga. Kami tidak ingin menciptakan kerumunan di taman,” ujarnya.
Salah satunya yang telah dilakukan penyesuaian adalah Taman Gladak Serang (Glaser). Ruang terbuka hijau (RTH) yang terletak di Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, ini dioptimalkan seperti saat normal. Lampu penerangan di sekitar taman dan air mancur bisa kembali dinyalakan.
“Sebelumnya sengaja kami padamkan sejak awal Februari, karena Kota Probolinggo naik ke level tiga. Karena saat ini turun ke level dua, maka kami nyalakan kembali,” ujar Deta.
Di taman lainnya tidak banyak perubahan. Termasuk, jam operasional bagi masyarakat umum masih tetap seperti sejak awal Ramadan. Seluruh taman dibuka mulai pukul 08.00 hingga 20.00. Namun, ini bisa berubah, tergantung kondisi Kota Probolinggo.
“Namun, protokol kesehatan (prokes) harus tetap berjalan. Selama di areal taman, masyarakat harus menggunakan masker dan tidak boleh berkerumun. Kami juga akan rutin memantau,” ujarnya. (riz/rud) Editor : Ronald Fernando