Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jalur Bromo Diusulkan Jadi Jalan Nasional, Begini Alasannya

Jawanto Arifin • Minggu, 21 November 2021 | 22:15 WIB
Jalan menuju wisata Gunung Bromo difoto beberapa waktu lalu. (Zainal Arifin/Radar Bromo)
Jalan menuju wisata Gunung Bromo difoto beberapa waktu lalu. (Zainal Arifin/Radar Bromo)
SUKAPURA, Radar Bromo - Wisata Gunung Bromo masuk dalam kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Karenanya, pembangunan infrastruktur di kawasan Gunung Bromo, terus digenjot. Status jalan raya sepanjang 26 kilometer menuju kawasan wisata ini pun diusulkan menjadi nasional.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Kementerian PUPR Ahmad Subkhi mengatakan, kawasan Bromo hingga saat ini mendapatkan pengakuan dari badan dunia di bawah naungan PBB, UNESCO. Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Arjuno sebagai cagar biosfer.

Bromo-Tengger memiliki pesona alam yang luar biasa dan cara pengelolaan alam lingkungan oleh penduduknya sangat baik. “Upaya mendukung dan merealisasikan pengembangan Bromo dalam KSPN terus dilakukan. Salah satunya yang tengah dikerjakan pembangunan Jembatan Kaca Seruni Point di Sukapura,” ujarnya.

Subkhi menerangkan, selain jembatan kaca, pihaknya juga mendukung dari infrastruktur jalan. Jalur menuju kawasan Bromo akan diperlebar hingga 7 meter. Sehingga semakin mendukung Bromo sebagai salah satu KSPN. Termasuk tengah memproses untuk menaikkan status jalannya menjadi jalan nasional.

“Sekarang tengah proses naikkan status jalan yang menjadi jalur menuju wisata Bromo dari jalan kabupaten menjadi jalan nasional,” jelasnya.



Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo R Oemar Sjarief mengatakan, peran Pemkab Probolinggo tidak hanya satu titik saja. Tetapi, mendukung keseluruhan yang salah satunya perbaikan jalan melalui Provincial Road Improvement Maintenance Project (PRIM) dari Kecamatan Tongas sampai Kecamatan Sukapura. “Pada 2022, perbaikan infrastruktur dimulai dari gerbang wisata Sukapura sampai Seruni Point dengan jarak 2,6 kilometer,” katanya.

Oemar menambahkan, untuk jalan raya mulai Kecamatan Sukapura hingga pintu masuk kawasan Bromo, statusnya masih jalan kabupaten. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian, mengajukan jalan tersebut menjadi jalan nasional. ”Status jalan tengah kami usulkan menjadi jalan nasional,” ujarnya. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin
#jalur bromo #jalan nasional #wisata bromo