Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Kementerian PUPR Ahmad Subkhi mengatakan, kawasan Bromo hingga saat ini mendapatkan pengakuan dari badan dunia di bawah naungan PBB, UNESCO. Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Arjuno sebagai cagar biosfer.
Bromo-Tengger memiliki pesona alam yang luar biasa dan cara pengelolaan alam lingkungan oleh penduduknya sangat baik. “Upaya mendukung dan merealisasikan pengembangan Bromo dalam KSPN terus dilakukan. Salah satunya yang tengah dikerjakan pembangunan Jembatan Kaca Seruni Point di Sukapura,” ujarnya.
Subkhi menerangkan, selain jembatan kaca, pihaknya juga mendukung dari infrastruktur jalan. Jalur menuju kawasan Bromo akan diperlebar hingga 7 meter. Sehingga semakin mendukung Bromo sebagai salah satu KSPN. Termasuk tengah memproses untuk menaikkan status jalannya menjadi jalan nasional.
“Sekarang tengah proses naikkan status jalan yang menjadi jalur menuju wisata Bromo dari jalan kabupaten menjadi jalan nasional,” jelasnya.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo R Oemar Sjarief mengatakan, peran Pemkab Probolinggo tidak hanya satu titik saja. Tetapi, mendukung keseluruhan yang salah satunya perbaikan jalan melalui Provincial Road Improvement Maintenance Project (PRIM) dari Kecamatan Tongas sampai Kecamatan Sukapura. “Pada 2022, perbaikan infrastruktur dimulai dari gerbang wisata Sukapura sampai Seruni Point dengan jarak 2,6 kilometer,” katanya.
Oemar menambahkan, untuk jalan raya mulai Kecamatan Sukapura hingga pintu masuk kawasan Bromo, statusnya masih jalan kabupaten. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian, mengajukan jalan tersebut menjadi jalan nasional. ”Status jalan tengah kami usulkan menjadi jalan nasional,” ujarnya. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin