Baper Progresif baru didirikan pada April 2021. Keberadaannya cukup banyak menarik perhatian wisatawan. Pengunjung berdatangan. Sebelum ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), tidak sedikit pengunjung yang datang menikmati wisata edukasi pertanian ini.
Dari tempat wisata ini cukup cocok untuk menikmati matahari terbit. Pada sore hari, pengunjung akan merasakan kesejukan suasana alam. Sinar matahari terhalang perbukitan dan pepohonan besar di sisi barat tempat wisata, membuat termpat ini tak panas. Desa Ngepung, juga masuk daerah pegunungan
Tak hanya menawarkan keindahan alam, Kelompok Tani (Poktan) Baper Progresif, sebagai pengelola juga menyediakan wisata edukasi.
“Begini ini suasana wisata edukasi pertanian Baper Progresif. Meski matahari terlihat terik, pukul 09.30, masih terasa sejuk dan panasnya tidak terasa,” ujar Ketua Poktan Pengelola Baper Progresif, Wahyu Kurniawan.
Awalnya, kata Wahyu, lahan desa ini dikelola untuk pengembangan permaculture. Namun, dalam perjalanannya dinilai lebih layak dan menarik untuk dijaikan tempat wisata. Serta, bisa menjadi tempat wisatawan belajar tentang pertanian. Karenanya, konsep awal pengembangan permaculture dijadikan satu dengan wisata edukasi pertanian.
“Ke sini bisa santai menikmati pemandan. Bisa foto-foto dan minum makan di kafe. Sudah banyak rombongan keluarga yang datang menikmati wisata edukasi pertanian ini,” terangnya.
Selain wisatawan keluarga, sejumlah sekolah juga telah berencana berwisata sekaligus belajar di Baper. Namun, mereka masih terhalang adanya kebijakan PPKM. Wahyu mengaku akan terus berusaha mengembangkannya. Agar ke depan semakin banyak pelajar yang datang. Bahkan diharapkan bisa menjadi tempat penelitian terkait pertanian dan peternakan.
Dengan memadukan wisata dan edukasi, Baper Progresif, terus berusaha dikembangkan. Pengembangannya akan dipetakan menjadi lima zona. Tempat wisata ini diinisiasi oleh Paiton Energy, PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI), serta FKPS dan Kelompok Tani Desa Ngepung.
“Pengembangan permaculture sangat strategis untuk Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh. Pengelolaan permaculture berupa pertanian terintegrasi. Selain pertanian organik, ada juga peternakan dan perikanan,” ujar Chief Financial Officer PT Paiton Energy, Bayu Widyanto.
CFS Manager PT Paiton Energy-POMI Bambang Jiwantoro mengatakan, pengembangan permaculture di Desa Ngepung, dibagi dalam lima tahap. Saat ini merupakan tahap pertama atau zona satu. Ke depan, di zona lima akan ada pengembangan wisata tracking, air terjun, hingga program rumah belajar energi mikrohidro berkapasitas 10 kilowatt.
“Kehadiran permaculture ini akan turut mendukung program pemerintah daerah dalam mengembangkan pusat pariwisata Bromo, Tengger, Semeru (BTS). Objek wisata edukasi ini akan menjadi pendukung objek wisata Bromo dan sekitarnya,” terangnya. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin