Petugas gabungan Satlantas Polres Probolinggo bersama Sat Sabhara dan Polsek Leces kemudian langsung merazia semua motor. Seratus lebih motor ditemukan tidak sesuai standar. Juga tidak dilengkapi surat kendaraan bermotor.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, petugas gabungan terdiri dari dua tim. Tim pertama langsung menjaga jalan keluar di Timur jembatan. Sedangkan tim kedua menjaga jalan keluar di barat jembatan.
Kedatangan petugas yang tiba-tiba membuat ratusan remaja yang tengah ngabuburit berlarian ke sawah. Bahkan, mereka meninggalkan motornya di jembatan. Sehingga, petugas dengan mudah mengamankan motor yang ditinggal kabur.
Semuanya kemudian diangkut petugas dari jembatan tol Paspro itu. Menggunakan dua truk dan dua pikap. Empat kendaraan itu bahkan harus bolak balik mengangkut ratusan motor, dibawa ke kantor Satlantas Polres Probolinggo. Banyaknya motor yang diamankan membuat proses angkut ke kantor Satlantas Polres Probolinggo butuh waktu cukup lama.
Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Dadang mengatakan, razia itu dilakukan karena Jumat (16/4) sore ada tawuran antarremaja saat ngabuburit di jembatan tol Paspro itu. Razia juga dilakukan sebagai antisipasi tawuran kembali terjadi.
“Ngabuburit yang ada di jembatan tol Clarak rawan menimbulkan balap liar atau track motor. Termasuk rawan terjadi tawuran atau pertikaian antarkelompok," tegasnya.
Adapun semua motor yang diamankan tidak memenuhi standart. Mulai dari knalpot brong, ban motor ukuran kecil, tidak ada spion, tidak dipasang plat nomor dan tidak bawa surat kendaraa bermotor (STNK).
“Motor-motor itu dapat dibawa pulang oleh pemiliknya setelah diurus ke kantor Satlantas Polres Probolinggo. Tentunya pemilik motor harus dapat menunjukkan kelengkapan surat kendaraan bermotor dan mengubah motor sesuai standart,” katanya. (mas/hn) Editor : Muhammad Fahmi