Pembahasan ini dikupas dalam Webinar Program Pemulihan Ekonomi Nasional yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Probolinggo, Senin (23/11).
Kepala Diskominfo Kota Probolinggo Aman Suryaman mengatakan, di antara banyak sektor usaha, UMKM merupakan usaha yang memiliki ketahanan luar biasa dalam menghadapi krisis. “Namun, ketika pandemi COVID-19, juga memukul usaha karena ada pembatasan aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Karenanya, pemasaran digital bisa menjadi solusi. Bisa menjadi salah satu pilihan untuk memperluas pemasaran. Aman meyakini, kini semua orang sudah memiliki gadget. “Namun, tidak semua orang bisa memanfaatkan gadget yang dimiliki dengan baik untuk masuk ke pemasaran digital,” jelasnya.
Aman mengungkapkan, di tengah maraknya teknologi digital, pelaku UMKM dituntut kreatif. Serta mampu menjaga kualitas usahanya. Jika kreatif dan mampu membuat produknya viral, akan menarik minat konsumen untuk membeli.
“Seperti teknik pemasaran penjualan rumah lengkap dengan wanita sebagai calon istri. Itu kan menarik minat dan keingintahuan masyarakat. Pelaku UMKM juga harus mampu menjaga kualitas usahanya. Karena, jika usahanya dinilai tidak baik dan diviralkan, justru akan membuat usahanya tidak diminati masyarakat,” jelasnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Fitriawati menilai, saat ini pemasaran digital merupakan salah satu cara pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualan.
“UMKM saat ini dituntut melek teknologi digital. Seperti pemasaran produk melalui marketplace juga harus dilakukan. Rencananya, awal Desember ini kami akan melatih UMKM untuk bimtek teknologi informasi terkait pemasaran online,” ujarnya. (put/rud) Editor : Jawanto Arifin